HUT ke 80 RI
Kumpulan Quotes Kata Mutiara Bung Hatta Semasa Hidupnya 1902 - 1980
Berikut kumpulan kata mutiara atau quotes Mohammad Hatta (Bung Hatta) sepanjang hidupnya 1902 - 1980.
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Alifia Nuralita Rezqiana
TRIBUNJOGJA.COM - Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, sekaligus salah satu tokoh di balik proklamasi kemerdekaan Indonesia, lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 12 Agustus 1902.
Mengutip Gramedia.com, Bung Hatta yang memiliki nama lahir Mohammad Athar berasal dari keluarga Minangkabau yang cukup terpandang.
Kakeknya dari pihak ayah, yaitu Abdurrahman Batuhampar, merupakan seorang ulama pendiri Surau Batuhampar, surau yang bertahan pasca Perang Padri.
Ayahnya, Haji Muhammad Djamil, wafat saat Bung Hatta masih kecil.
Ibunya, Siti Saleha, kemudian membesarkannya dengan penuh kasih dan disiplin.
Bung Hatta tumbuh menjadi anak yang tekun belajar dan gemar membaca sejak usia dini.
Ia menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) Bukittinggi, kemudian melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Padang, dan Algemeene Middelbare School (AMS) di Batavia.
Pada 1921, saat usianya 19 tahun, Bung Hatta berangkat ke Belanda untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Handels Hoogeschool di Rotterdam (sekarang Erasmus University Rotterdam), jurusan ekonomi.
Di sana, ia tidak hanya fokus belajar, tetapi juga aktif dalam organisasi pelajar Indonesische Vereniging yang kemudian berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia.
Itulah momen ketika pemikiran nasionalisme Hatta mulai terbentuk.
Ia menulis banyak artikel di majalah Indonesia Merdeka, dan mulai membicarakan kemerdekaan Indonesia secara lugas, tanpa basa-basi atau kompromi terhadap kolonialisme.
Berikut beberapa kata mutiara atau quotes Bung Hatta yang hingga kini masih dikenang masyarakat.
24 Kumpulan Quotes Bung Hatta
- “Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”
- “Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku.”
- “Filosofi meluaskan pandangan serta mempertajam pikiran.”
- “Dalam jangka waktu lama, Indonesia hidup dalam bayangan feodalisme*. Tetap neofeodalisme* Soekarno lebih jahat dan lebih ganas.”
- “Siapa yang hidup dalam dunia pikiran, dapat melepaskan dirinya daripada gangguan hidup sehari-hari”
- “Perkembangan politik yang berakhir dengan kekacauan, demokrasi yang berakhir dengan anarki membuka jalan untuk lawannya : diktator*.”
- “Demokrasi bisa ditindas sementara karena kesalahannya sendiri, tetap setelah ia mengalami cobaan yang pahit, ia akan muncul kembali dengan penuh keinsafan.”
- "Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita."
- "Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk, dan bukan tonggak yang membelenggu kita."
- "Kita dapat mengukur keberadaan kita terhadap Allah dengan kepekaan kita terhadap penderitaan dan kesusahan orang lain."
- "Apa yang dilakukan oleh orang setelah mendengar suatu khotbah jauh lebih penting dari apa yang dikatakannya tentang khotbah itu."
- "Memang benar pepatah Jerman: 'Der Mensch ist, war es iszt', artinya: 'sikap manusia sepadan dengan cara ia mendapat makan'."
- "Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat."
- "Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki."
- "Tak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran."
- "Anak muda boleh pandai beretorika*, tapi juga harus sadar untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang menjadi cita-cita."
- “Kita selalu berkaok-kaok tentang sosialisme*, tapi tindakan pemerintahan kebalikan dari itu. Harga bensin misalnya, dinaikkan sekaligus 62 kali lipat, tarif gas dan listrik melambung 20 kali, serta harga beras melompat-lompat tak terbeli.”
- “Filosofi berguna untuk penerang pikiran dan penetapan hati. Ia membawa kita ke dalam alam pikiran, alam nurani semata-mata. Dan oleh karena itu melepaskan kita daripada pengaruh tempat dan waktu.”
- “Demokrasi hanya berjalan kalau disertai rasa tanggung jawab. Tidak ada demokrasi tanpa tanggung jawab. Dan, demokrasi yang melewati batasnya dan meluap menjadi anarki akan menemui ajalnya dan digantikan sementara waktu oleh diktator.”
- “Diktator yang bergantung pada kewibawaan orang seorang tak lama umurnya. Sebab itu pula, sistem yang dilahirkan Soekarno tidak akan lebih panjang umurnya dari Soekarno sendiri. Umur manusia terbatas. Apabila Soekarno sudah tidak ada lagi, maka sistemnya akan roboh seperti rumah kartu.”
- “Apa yang dikatakan persatuan (oleh Soekarno) sebenarnya tak lain dari per-sate-an. Daging kerbau, daging sapi, dan daging kambing disate jadi satu. Persatuan segala golongan ini sama artinya dengan mengorbankan asas masing-masing.”
- “Kebudayaan tidak dapat dipertahankan saja, kita harus berusaha mengubah dan memajukan, oleh karena kebudayaan sebagai kultuur, sebagai barang yang tumbuh, dapat hilang dan bisa maju.”
- “Apa sebenarnya yang disebut filosofi, lebih baik jangan dipersoalkan pada permulaan menempuhnya. Akan hilang jalan nanti karena banyak ragam dan paham. Tiap-tiap ahli berlainan pendapatnya tentang apa yang dikatakan filosofi. Tiap-tiap filosofpun lain-lain pula tujuannya”
- “Salah besar orang yang mengatakan revolusi kita belum selesai. Revolusi adalah letusan masyarakat sekonyong-konyong yang melaksanakan Umwertung aller Werte (penilaian kembali atas semua nilai). Revolusi mengguncang lantai dan sendi; pasak dan tiang longgar semuanya. Sebab itu saat revolusi tidak dapat berlaku terlalu lama, tidak lebih dari beberapa minggu, atau beberapa bulan. Sesudah itu harus dibendung, datang masa konsolidasi untuk merealisasi hasil daripada revolusi itu. Yang belum selesai bukanlah revolusi itu, melainkan usaha menyelenggarakan cita-citanya di dalam waktu, setelah fundamen dibentangkan.”
Catatan :
- Feodalisme : Sistem sosial atau politik yang memberikan kekuasaan yang besar kepada golongan bangsawan / sistem sosial yang mengagung-agungkan jabatan atau pangkat dan bukan mengagung-agungkan prestasi kerja
- Neofeodalisme : Feodalisme baru
- Sosialisme : Ajaran atau paham kenegaraan dan ekonomi yang berusaha supaya harta benda, industri, dan perusahaan menjadi milik negara
- Diktator : Kepala pemerintahan yang mempunyai kekuasaan mutlak, biasanya diperoleh melalui kekerasan atau dengan cara yang tidak demokratis
- Retorika : Keterampilan berbahasa secara efektif / seni berpidato yang muluk-muluk dan bombastis
Sumber :
| Uniknya Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Kibarkan Bendera di Bawah Laut Berbalut Kostum Mermaid |
|
|---|
| Kisah Haru Kevin Silaban, Paskibra Sumut yang Tetap Bertugas di Hari Ayahnya Meninggal |
|
|---|
| Inilah 40 Fakta-fakta Tentang Republik Indonesia di Mata Dunia |
|
|---|
| Siapa Sosok Bianca Alessia, Pembawa Baki Bendera Pusaka di Istana Merdeka HUT ke-80 RI? |
|
|---|
| Asal Usul Lagu Tabola Bale: Ini 5 Fakta Perpaduan Musik Timur & Minang yang Guncang Istana Merdeka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/FOTO-Bung-Hatta-Mohammad-Hatta-dari-Arsip-Nasional-Republik-Indonesia-ANRI.jpg)