Pendaftaran Sekolah Rakyat Dibuka, Dinsos DIY Kejar Target Launching 1 Juli 2025
Dua lokasi sekolah rakyat disiapkan untuk menampung siswa setingkat SMA, yakni di Sonosewu, Bantul dan Purwomartani, Sleman.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Sosial (Dinsos) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah berpacu dengan waktu menyiapkan peluncuran Sekolah Rakyat (SR) milik Kementerian Sosial (Kemensos) pada 1 Juli 2025.
Untuk itu, pendaftaran siswa baru resmi dibuka sejak 1 April dan akan berlangsung hingga akhir bulan, dengan kuota 150 siswa yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Dua lokasi sekolah rakyat disiapkan untuk menampung siswa setingkat SMA, yakni di Sonosewu, Bantul dan Purwomartani, Sleman.
“Kami harus sudah launching tanggal 1 Juli 2025,” ujar Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih, Rabu (23/4/2025).
Dua sekolah tersebut berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman dan Sonosewu, Ngestiharjo, Bantul. Keduanya ditujukan untuk siswa setara tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Bangunan yang digunakan bukan bangunan baru, melainkan fasilitas yang sudah ada.
Bangunan di Sonosewu saat ini berfungsi sebagai Instalasi Rehabsos Napza Sonosewu atau Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta-Sonosewu.
Sedangkan di Purwomartani, sekolah akan memanfaatkan kantor Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta.
"Bangunan, kelas, asrama sudah siap semua di sana, tinggal menyiapkan siswa, guru dan SDM lainnya," tutur Endang.
Dalam proses penjaringan siswa, Dinsos DIY bekerja sama dengan Dinsos kabupaten/kota serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Mereka akan melakukan seleksi dan pengumpulan data calon peserta, dengan prioritas pada anak-anak dari keluarga miskin.
"Targetnya 150 siswa, 100 siswa di Sonosewu dan 50 siswa di Purwomartani," jelasnya.
Syarat utama untuk mendaftar adalah siswa berasal dari keluarga miskin, yang dibuktikan dengan terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSN).
“Tidak ada seleksi nilai, apabila belum terdaftar di DTSN, Dinsos juga siap membantu untuk proses pendaftaran,” tandasnya.
Kepala BBPPKS Yogyakarta Eva Rahmi Kasim menambahkan bahwa Sekolah Rakyat hadir bukan untuk menggantikan sistem pendidikan formal yang sudah ada, melainkan sebagai pelengkap.
Menurutnya, SR hadir sebagai jawaban atas kebutuhan membangun generasi dari keluarga miskin ekstrem agar tangguh dan berdaya.
“DIY menjadi salah satu dari 53 titik pelaksanaan secara nasional dengan dua lokasi awal,” ujar Eva.
Dengan peluncuran ini, Dinsos DIY menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan yang inklusif dan berbasis pemberdayaan.
| Batasi Belanja Pegawai 30 Persen di 2027, Pemkab Bantul Terapkan Kebijakan Negative Growth |
|
|---|
| Simak Aturan WFH ASN di Bantul Tiap Jumat, Ini Kriteria dan Jabatan yang Dikecualikan |
|
|---|
| Belasan Siswa di Pundong Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bantul Uji Lab Sampel Susu dan Makanan |
|
|---|
| Dua Jambret Beraksi di Margomulyo Seyegan, Modus Pepet Motor dan Rebut Tas Korban |
|
|---|
| Review Kamar di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta: Perpaduan Kenyamanan, Seni, dan Kemewahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Sosial-DIY-Endang-Patmintarsih-Rabu-942025.jpg)