Cekcok Bulan Oktober Tahun Lalu Berujung Penikaman Terhadap Artis Sandy Permana
Dalam kondisi luka parah akibat sejumlah tusukan, arktor Sandy Permana masih bisa berjalan keluar dari rumahnya untuk meminta tolong.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BEKASI - Dalam kondisi luka parah akibat sejumlah tusukan, arktor Sandy Permana masih bisa berjalan keluar dari rumahnya untuk meminta tolong.
Artis yang membintangi sinetron Misteri Gunung Merapi itu akhirnya tumbang di pinggir jalan di dekat rumahnya di Perumahan TNI/Polri Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi, Minggu, pukul 07.00 WIB.
Tetangga yang melihat Sandy bersimbah darah langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.
Namun akibat luka tusuk di tubuhnya, Sandy akhirnya dinyatakan tewas.
Kasus pembunuhan itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Saat ini aparat masih melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang sudah diketahui identitasnya.
Dikutip dari Tribunnews.com, Ketua RT setempat bernama Sudarmadji korban sempat terlibat cekcok dengan salah satu tetangga.
Sandy dan tetangga yang terlibat cekcok itu sudah berselisih sejak Oktober tahun lalu.
Percekcokan itu dipicu perbedaan pendapat saat rapat soal lingkungan.
Saat itu terduga pelaku tidak senang dengan pernyataan dari Sandy Permana.
Bahkan dalam rapat itu, Sandy dan terduga pelaku sempat berdebat panjang dan akhirnya berujung cekcok.
"Awalnya hanya saling tuding, cekcok di forum," kata Sudarmadji, Minggu, dilansir Tribunbekasi.com.
Baca juga: Nekat Merokok di Kawasan Malioboro Terancam Denda Rp7,5 Juta hingga Kurungan Penjara 1 Bulan
Saat itu, kata Sudarmaji, Sandy Permana pun tidak terima dengan pernyataan yang ditujukan kepada dirinya di dalam rapat warga.
Sandy bahkan berencana untuk melayangkan somasi terhadap terduga pelaku meski akhirnya tidak dilakukan.
Saat itu Sudarmaji mengaku persoalan di antara keduanya sudah berakhir.
| Misteri Pembunuhan Anak Politisi PKS Mulai Terungkap, Pelaku Ditangkap Jumat Sore |
|
|---|
| Hasil Pemeriksaan, Polisi yang Bunuh Adik Ipar Bermotif Sakit Hati dan Ingin Kuasai Harta Korban |
|
|---|
| Pembunuhan Mahasiswa UMM di Pasuruhan Seret Seorang Polisi |
|
|---|
| Kasus Anak Pengusaha di Cilegon Tewas Bersimbah Darah di Kamar, Alami 14 Luka Tusuk |
|
|---|
| Pelaku Pembunuhan Pengacara Asal Purwokerto Gunakan Kayu untuk Habisi Korbannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cekcok-Bulan-Oktober-Tahun-Lalu-Berujung-Penikaman-Terhadap-Artis-Sandy-Permana.jpg)