Longsoran Salju Tewaskan 11 Warga Pakistan

Bencana longsoran salju yang menghantam pegunungan di Pakistan Utara menyebabkan belasan orang tewas dan puluhan lainnya terluka

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Abdul MAJEED/AFP
Foto udara yang diambil pada 10 Juni 2022 ini menunjukkan gletser Passu di dekat desa Passu di wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan. Pakistan adalah rumah bagi lebih dari 7.000 gletser, lebih banyak dari tempat lain di Bumi di luar kutub. Dalam artikel mengulas tentang longsoran salju menghantam anggota suku nomaden saat melintasi daerah pegunungan di Pakistan utara, mengakibatkan 11 orang tewas, Sabtu (28/5/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM - Bencana longsoran salju yang menghantam pegunungan di Pakistan Utara menyebabkan belasan orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Para korban merupakan anggota suku nomaden yang tengah melintasi lokasi kejadian.

Korban tewas di antaranya empat orang wanita dan seorang balita.

Para korban kemudian dievakuasi ke ambulans sejauh 5 kilometer (3 mil).

Bencana salju longsor ini terjadi di dekat Shounter Pass yang menghubungkan wilayah Gilgit-Baltistan dengan Kashmir yang dikelola Pakistan.

Shounter Pass, yang terletak di ketinggian 4.420 meter (14.501 kaki) di atas permukaan laut, menghubungkan distrik Astore di wilayah Gilgit-Baltistan ke perbatasan Lembah Kashmir.

Sebuah operasi penyelamatan yang melibatkan dua helikopter militer menghadapi medan yang berat dan ketinggian sekitar 14.000 kaki (4.270 meter) di atas permukaan laut.

Dikutip dari Tribunnews.com, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan longsoran salju yang terjadi ini merupakan salah satu dampak perubahan iklim.

"Insiden seperti itu meningkat di Pakistan karena dampak perubahan iklim," kata Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dalam pernyataan, Sabtu (27/5/2023), dikutip dar Al Jazeera,

Sharif juga meminta masyarakat internasional memenuhi tanggung jawabnya untuk membantu negara-negara berkembang menghadapi tantangan ekonomi dari dampak buruk perubahan iklim, kata BBC.

Baca juga: Demi Samsung Galaxy S23 Ultra, Pejabat di India Nekat Kuras Bendungan, Endingnya Begini

Penduduk setempat bergabung dengan tim penyelamat dalam memulihkan para korban, kata saksi mata.

Wilayah utara Pakistan rentan terhadap perubahan iklim dan sering mengalami peristiwa cuaca ekstrem.

Pakistan dalam beberapa tahun terakhir menghadapi rekor hujan monsun dan pencairan gletser di pegunungan utara, termasuk di antara 10 negara teratas yang berisiko mengalami bencana alam akibat kenaikan suhu.

Naiknya suhu dengan cepat mencairkan gletser di pegunungan utara Pakistan yang telah menghasilkan pembentukan 3.044 danau glasial di provinsi Gilgit Baltistan dan Khyber Pakhtunkhwa, menurut PBB.

Wilayah utara terkadang disebut sebagai bagian dari "kutub ketiga" karena mengandung lebih banyak es glasial daripada wilayah mana pun di dunia di luar wilayah kutub.

Beberapa dari gletser yang sangat besar ini sudah mencair karena perubahan iklim, menciptakan lebih dari 3.000 danau. Dan tahun lalu, negara itu mengalami banjir dahsyat yang menewaskan lebih dari 1.700 orang.

Negara itu menghadapi banjir bandang pada musim panas 2022 yang menewaskan lebih dari 1.700 orang dan mempengaruhi 33 juta orang. (*)

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved