Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

BI DIY Gandeng ISEI Yogyakarta Kampanyekan CBPR Melalui Wayang dan Reog

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Logo Bank Indonesia

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia Perwakilan DIY menggandeng Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta mengkampanyekan program Cinta Bangga Paham Rupiah (CBPR). 

Kampanye CBPR tersebut dilakukan dengan pergelaran wayang kulit dan pentas reog di lapangan Bukit Cubung, Botokan, Jatirejo, Lendah, Kulon Progo. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budiharto Setyawan, mengatakan pentas reog dan wayang kulit dapat digunakan sebagai sarana sosialisasi rupiah, sekaligus mendukung seni budaya lokal. 

Menurut Budiharto, cinta rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain Rupiah, memperlakukan Rupiah secara tepat, menjaga dirinya dari kejahatan uang palsu.

"Bangga rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa," katanya, Minggu (25/09/2022). 

"Bank Indonesia mendukung event seperti wayang kulit serta pentas reog untuk mendukung seni dan budaya,"sambungnya. 

Sementara itu, Ketua ISEI Yogyakarta, Eko Suwardi, menyebut paham Rupiah merupakan perwujudan kemampuan masyarakat memahami peran Rupiah dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi, dan fungsinya sebagai alat penyimpan nilai kemampuan.

Menurut dia, pertunjukan reog dan wayang kulit dapat mendukung pengembangan desa wisata Jatirejo.

Apalagi ISEI Yogyakarta dan BI memiliki program kerja untuk mendukung pengembangan desa wisata dan kampung wisata. 

"Pagelaran wayang kulit dan pentas reog diselenggarakan untuk pengembangan Desa Wisata Jatirejo," imbuhnya. (*)