Gunung Semeru Meletus

Mengenal Karakter Letusan Gunung Semeru dengan Pusat Aktivitas di Kawah Jonggring 1913

Penulis: Tribun Jogja
Editor: Mona Kriesdinar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Erupsi Gunung Semeru hasilkan Awan Panas Guguran Meluncur hingga 4,5 Kilometer, Sabtu (16/1/2021) petang.

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sore kemarin. Berdasarkan rilis PVMBG Badan Geologi, pusat aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada di Kawah Jonggring, Seloko yang berada di sebelah tenggara puncah Mahameru. Kawah ini telah terbentuk sejak tahun 1913.

Adapun Gunung api Semeru yang memiliki tipe strato dengan kubah lava, dengan puncak tertinggi Mahameru (3676 mdpl) secara administratif terletak di Kabupaten Malang dan Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Letusan G. Semeru umumnya bertipe vulkanian dan strombolian, berupa penghancuran kubah/lidah lava, serta pembentukan kubah lava/lidah lava baru.

Penghancuran kubah/lidah lava mengakibatkan pembentukan awan panas guguran yang merupakan karakteristik dari G. Semeru.

Berdasarkan data pemantauan diketahui bahwa pada kurun waktu 1 hingga 30 November 2021 teramati hembusan gas dari kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-600meter dari puncak.

Erupsi terjadi tidak menerus, menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu dengan tinggi maksimum 300 hingga 600m dari atas kawah/puncak.

Pada 1 Desember 2021 terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1700 m dari puncak, atau 700 m dari ujung aliran lava, dengan arah luncuran ke tenggara.

Pasca kejadian awan panas guguran terjadi guguran lava dengan jarak dan arah luncur tidak teramati.

Pada 4 Desember 2021 mulai pukul 13.30 WIB terekam getaran banjir, kemudian pada pukul 14.50 WIB teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 4 km dari puncak atau 2 km dari ujung aliran lava ke arah tenggara (Besuk Kobokan), tetapi hingga saat ini sebarandan jarak luncur detail belum dapat dipastikan.

Sementara itu, data kegempaan menunjukkan adanya jumlah dan jenis gempa yang terekam selama 1 hingga 30 November 2021 yang didominasi oleh gempa-gempa permukan berupa Gempa Letusan dengan rata-rata 50 kejadian per hari, dan Gempa Guguran pada 1 dan 3 Desember 2021, masing-masing 4 kali kejadian.

Halaman
12