Marak Jual Beli Anjing, DIY Tempati Peringkat Kedua Tingkat Konsumsi Daging Anjing Terbesar Se-Jawa

Sebanyak 78 ekor anjing diamankan oleh Polres Kulon Progo ketika pelaksanaan operasi Ketupat Progo 2021 hari pertama.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Maraknya jual beli daging anjing di wilayah daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebabkan tingkat perdagangan anjing di wilayah tersebut mengalami peningkatan.

Bahkan DIY masuk ke dalam 2 besar wilayah dengan tingkat konsumsi daging anjing terbesar se-Jawa. 

Humas Investigasi Dog Meat Free Indonesia (DMFI), Mustika C, mengatakan berdasarkan hasil investigasi dari DMFI pada 2017 silam, perdagangan anjing di DIY bisa mencapai 90 ekor per hari. 

Oleh sebab itu, DIY menduduki peringkat kedua wilayah dengan konsumsi daging anjing terbesar se-Jawa.

Sementara peringkat pertama ditempati wilayah Soloraya dan ketiga wilayah Jakarta. 

"Tahun ini kemungkinan perdagangan daging anjing di DIY lebih tinggi. Karena bertambahnya warung yang menjual daging di wilayah tersebut yang sebelumnya tidak ada sekarang menjadi ada," kata Mustika, Jumat (17/9/2021). 

Bahkan dari pengamatan DMFI, penjualan daging anjing di DIY laku kencang dan banyak peminatnya. 

Apalagi warung-warung tidak menyertakan nama jual beli daging anjing padahal semua warung di DIY harus menyertakan nama.

"Yang penting mereka mencari keuntungan. Padahal daging anjing seharusnya tidak layak konsumsi. Dikhawatirkan ada transmisi penyakit rabies," ucap Mustika. 

Oleh sebab itu, penjualan daging anjing sangat beresiko tinggi.

Apalagi asal usul anjing yang akan dikonsumsi tersebut tidak jelas dari mana. (*)