Antisipasi Kebakaran, LPKA Yogyakarta Gandeng BPBD Gunungkidul Gelar Simulasi

Simulasi penanganan kebakaran yang dilakukan di LPKA Kelas II Yogyakarta, bekerjasama dengan UPT Pemadam Kebakaran BPBD Gunungkidul.

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten membuat Lapas seluruh Indonesia meningkatkan kewaspadaan. Tak terkecuali Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta di Wonosari, Gunungkidul.

Kepala LPKA Kelas II Yogyakarta, Teguh Suroso mengatakan belum lama ini pihaknya menggelar pelatihan terkait penanganan dan antisipasi kebakaran.

"Pelatihan ini menggandeng UPT Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul," kata Teguh lewat keterangannya pada Kamis (16/09/2021).

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Besok, Jumat 17 September 2021

Ia menjelaskan pelatihan dilakukan dalam bentuk pemaparan teori hingga simulasi penanganan kebakaran di area LPKA. Ia pun ikut mempraktikkan teknik pemadaman kebakaran sesuai materi yang diberikan.

Teguh mengatakan pelatihan ini sudah diadakan rutin setiap tahunnya. Apalagi Kemenkumham RI telah menerbitkan Edaran terkait Langkah-Langkah Pencegahan Kebakaran Gedung.

"Pelatihan perlu diikuti dengan serius, agar petugas jaga hingga pegawai benar-benar memahami mitigasi bencana kebakaran," jelasnya.

Selain simulasi, perlombaan sederhana juga dilakukan terkait kecepatan dalam penanganan kebakaran. Para petugas jaga yang mengikuti lomba ini pun diberi apresiasi oleh Teguh sebagai Kepala LPKA.

Kepala Seksi Wawasan dan Penegakan Disiplin (Wasgakin) LPKA Kelas II Yogyakarta, Aryono mengatakan simulasi ini menjadi bentuk terobosan. Pihaknya pun dengan cepat berkoordinasi dengan BPBD hingga Polres Gunungkidul terkait mitigasi kebakaran.

"Kami lakukan pengecekan terhadap berbagai fasilitas, jaringan listrik, hingga alat pemadaman kebakaran," jelasnya.

Baca juga: Tahun Ini Total 35 Atlet Lakukan Mutasi Untuk Ikuti Porda DIY 2022

Pengecekan dilakukan guna meminimalisir dampak yang timbul manakala terjadi kebakaran. Sekaligus memastikan fasilitas penanganan kebakaran yang tersedia selalu siap digunakan.

Pelatihan sendiri diberikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) UPT Pemadam Kebakaran, Bambang Supriyana. Harapannya, pelatihan meningkatkan pengetahuan petugas LPKA terkait deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, seperti kebakaran.

"Sehingga nantinya petugas bisa melakukan pencegahan dan penanggulangan yang lebih baik terhadap bencana kebakaran," kata Aryono. (alx)