Pendidikan

Mengenal Sibinar, Website Literasi untuk Ibu dan Bidan Tekan Angka Stunting Karya Dosen Poltekkesyo

Penulis: Ardhike Indah
Editor: Gaya Lufityanti
Yuliasti Eka Purnamaningrum SST MPH, Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta saat memaparkan Sibinar.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kejadian stunting di DI Yogyakarta dan Indonesia tidak bisa disepelekan.

Masih banyak faktor yang mempengaruhi mengapa anak kekurangan gizi.

Tidak hanya stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tertinggi di Asean.

Tercatat, di tahun 2020, AKI mencapai 305 orang dari 100.000 kelahiran hidup (KH).

Sementara, AKB ada 24 bayi dari 1.000 KH.

Angka tersebut masih jauh dibandingkan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, yaitu menurunkan AKI menjadi 70/100.00 KH dan AKB menjadi 12/100.000 KH.

Baca juga: PPKM DI Yogyakarta Level 3, Relawan Mahasiswa dari Poltekkesyo Tetap Bantu di Fasilitas Kesehatan

Adapun penyebab utama AKI dan AKB tinggi adalah kegawatdaruratan yang mencakup perdarahan, preeklamsia, infeksi, asfiksia dan banyak lagi.

Untuk itu, Yuliasti Eka Purnamaningrum SST MPH yang merupakan dosen Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta menciptakan sebuah website yang diberi nama Startup Literasi Bidan Nusantara (Sibinar).

Website tersebut bisa diakses di bidannusantara.com dan berisi tentang literasi mengenai stunting, gizi dan artikel kesehatan lainnya.

Halaman
123