Pendidikan

Dikunjungi Kepala BNNP DIY, SMP Negeri 10 Kota Yogyakarta Jadi Percontohan Sekolah Bersih Narkoba

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Andi Fairan membuka kegiatan sekolah bersih narkoba, Kamis (9/9/2021).

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Kota Yogyakarta menjadi percontohan instansi sekolah Bersih Narkoba (Bersinar), setelah pada Kamis (9/9/2021) siang dikunjungi oleh Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Andi Fairan.

“Pencanangan Sekolah Bersinar ini untuk mengimplementasikan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narktoika Tahun 2020-2024,” ujar Andi Fairan.

Pelajar sebagai satu dari beberapa kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba memerlukan perhatian serius dalam upaya pemberian edukasi.

Baca juga: Dua Kelurahan di Kota Yogyakarta Menjadi Percontohan Kelurahan Tanpa Narkoba

Menurut Fairan, Kelompok pendidikan perlu mendapatkan informasi yang cukup sebagai bekal skill dan keterampilan menolak narkoba.

Kegiatan pencanangan sekolah bersinar ini bekerjasama dengan PT Cipta Persama Prime Yogyakarta sebagai bentuk CSR kepada masyarakat. 

Hal ini didasari kepedulian yang tinggi terhadap masa depan bangsa yang sangat di tentukan oleh kualitas anak mudanya.

“Pencanganan SMP N 10 ini adalah yang pertama, kegiatan ini akan dilanjutkan ke sekolah tingkat SLTP dan SLTA di wilayah kota Yogyakarta dalam bentuk roadshow sekolah bersinar sampai dengan Desember 2021,” ujarnya.

Baca juga: Sukses Wujudkan Zero Narkoba, Rutan Bantul Diganjar Penghargaan dari BNNP DIY

Data BNNP DIY mencatat sejak awal Januari 2021 hingga saat ini telah menangani kasus peredaran narkoba sebanyak 21 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 22 orang.

Sejauh ini tim BNNP DIY sudah mengamankan barang bukti 196 gram ganja kering, 198,47 gran sabu, dan 374,23 gram tembakau gorilla.

"Angka kasus peredaran narkoba di DIY mengalami penurunan, meski demikian kami tetap waspada," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )