Siswa SMP di Sleman Hanyut

Akhir Cerita Perjalanan Hukum Tiga Guru Kasus Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman

Penulis: Tribun Jogja
Editor: Iwan Al Khasni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERSANGKA. Polisi menunjukkan tiga orang tersangka inisial IYA, DDS dan R dalam kasus kegiatan susur sungai siswa SMP N 1 Turi berujung maut di Mapolres Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (25/2/2020).

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tragedi susur sungai Sempor memasuki babak akhir.

Tiga terdakwa susur sungai yang merupakan guru SMPN 1 Turi, sudah menjalani sidang putusan.

Tiga terdakwa adalah DDS (58), RY (38), IYA (36).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Annas Mustaqim, ketiganya divonis satu tahun enam bulan penjara.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yaitu dua tahun.

Terdakwa yang pertama menjalani sidang adalah IYA, selanjutnya adalah DDS, dan yang terakhir adalah RY.

Dalam sidang tersebut yang memberat ketiga terdakwa adalah karena perbuatan terdakwa menyebabkan orang lain meninggal dan luka-luka.

Hal itu menyebabkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Karena kealpaannya atau kelalaiannya menyebabkan 10 orang meninggal dunia dan 5 orang luka-luka yang dibuktikan dengan visum et repertum. Perbuatan terdakwa meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan,"katanya dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (24/08/2020).

TERSANGKA. Pihak kepolisianmenetapkan tiga orang tersangka yang ketiganya merui[akan guru pembina kegiatan Pramuka di SMP N 1 Turi dengan sangkaan telah melanggar pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kesalahannya menyebabkan orang meninggal dunia atau terluka. (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)

Sementara itu, hal yang meringankan para terdakwa adalah ketiganya merasa menyesali perbuatannya.

Halaman
1234