Update Corona di DI Yogyakarta

SAPDA Yogyakarta Kenalkan Panduan Penanganan Covid-19 untuk Difabel

Virus Corona

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) Yogyakarta mengeluarkan Panduan Menghadapi Covid-19 bagi para kaum difabel.

Difabel sebagai salah satu kelompok rentan dinilai memiliki risiko terpapar covid-19 yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan upaya dalam penanganan secara khusus.

"Panduan covid ini sengaja disusun karena SAPDA konsisten dengan isu difabel. Harapannya memudahkan penyandang difabel dan orang lain mengenali dan memahami tentang penyandang disabilitas dalam penanganan Covid-19," kata Nurul Sa'adah, Direktur SAPDA dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2020).

Nurul menjelaskan, dalam program tersebut pihaknya membuat klasifikasi panduan ke dalam dua garis besar, yakni panduan umum yang berkaitan dengan kebutuhan dan penanganan umum yang tidak jauh berbeda dengan non-difabel.

Sementara, panduan yang kedua adalah mengenai penanganan secara spesifik yang dikategorikan berdasarkan ragam difabel, yakni difabel fisik (daksa), difabel mental, difabel intelektual, dan difabel sensorik (netra-rungu-wicara).

Dalam panduan itu, SAPDA juga menyertakan langkah-langkah dan juga pentunjuk bagi pendamping yang selama ini berperan cukup vital dalam membantu keseharian aktivitas difabel.

"Dengan adanya panduan ini kami harapkan sanggup meminimalisir risiko terpaparnya Covid-19 bagi difabel," urai Nurul.

Diluncurkannya panduan ini menjadi penting terutama bagi difabel yang selama ini belum menjadi perhatian banyak pihak.

Panduan ini bisa menjadi pegangan atau referensi kelompok difabel, orangtua difabel serta insan lainnya yang punya kepedulian dengan difabel.

Panduan ini juga merupakan hasil kolaborasi DPO-DPO di Indonesia yang tergabung dalam wadah "DPO Respon Covid-19" sehingga panduan ini masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan secara luas. (*)

Berita Populer