Kanal

Siswa SMPN di Sleman Hanyut, Sultan: Kepala Sekolah Pun Bisa Kena

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi penetapan satu tersangka atas insiden susur sungai SMPN 1 Turi.

Orang nomor satu di DIY tersebut ketika disinggung mengenai cukup tidaknya atas penetapan satu tersangka dalam kasus itu pun angkat suara.

"Belum tentu. Bisa tambah. Kepala sekolah pun pasti kena," ujarnya, ditemui seusai menghadiri acara di Hotel Tentrem, Senin (24/2/2020).

Sultan pun menegaskan, kepala sekolah bisa dikenai sanksi, baik administratif maupun pidana.

Ia pun tak habis pikir dan tidak mempercayai bahwa kegiatan yang melibatkan ratusan pelajar tanpa sepengetahuan penanggung jawab sekolah dalam hal ini kepala sekolah.

Jawaban Pembina Pramuka SMPN 1 Turi yang Jadi Tersangka Saat Diingatkan Warga

"Ndak tahu pidananya, beliau mengizinkan atau tidak tapi paling sedikit secara administratif, itu mesti harus dilakukan. Tidak ada alasan ada aktifitas dengan (anak didik) sebanyak itu, kepala sekolah tidak tahu. Tidak ada alasan seperti itu," tegasnya.

Selanjutnya, mengenai satu orang tersangka yang merupakan guru olahraga, Sultan meminta agar semua pihak menunggu proses hukum yang tengah berlangsung.

"Kita tunggu kepastiannya nanti dulu. Tidak bisa terus langsung bawaan seperti itu kita berhentikan. Proses dulu," ucapnya.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut menyayangkan kejadian yang merenggut nyawa 10 siswi SMPN 1 Turi tersebut.

Kejadian tersebut tidak akan terjadi ketika pembina dan pihak sekolah mencegah kegiatan susur sungai yang dilakukan saat musim hujan dengan arus sungai yang deras.

Buntut Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, Disdik Sleman Segera Susun Pedoman Kegiatan Luar Sekolah

"Masalahnya itu mestinya sudah paham. Pembina itu juga paham. Ini kan masih anak-anak SMP kenapa di musim hujan yang seperti ini menyusur sungai, Itu alasannya opo? nyatanya kan, faktualnya kan yang ditahan itu gigih mempertahankan. Sudah diingatkan masyarakat juga. Tidak menjaga keselamatan. justru dia yang tua-tua itu (penggagas susur sungai)," urainya.

Terkait banyaknya kawasan wisata alam yang ada tersebar di seluruh DIY, Sultan mengatakan bahwa tempat wisata tersebut tidak harus tutup selama musim hujan ini, terselbih seusai kejadian naas tersebut.

"Kita sudah mengeluarkan (peringatan) lewat BPBD, hati-hati jangan berada di sungai dan sebagainya. Tidak harus tutup," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja

Berita Populer