Ini Dia Pihak yang akan Mengurus Jenazah Tanpa Identitas atau Keluarga di DIY
Pihak berikut ini akan membantu pemakaman hingga visum jenazah telantar yang ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
TRIBUN-JOGJA.com - Jenazah tanpa identitas dan keluarga atau disebut jenazah telantar yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selanjutnya akan diurus Dinas Sosial DIY.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DIY Peni Sumarwati mengatakan, masyarakat yang mengetahui keberadaan jenazah tanpa identitas, bisa melapor ke kepolisian terdekat dahulu.
Pihak kepolisian selanjutnya akan memeriksa jenazah dan memberikan surat keterangan kematian ke Dinsos terkait pemakaman.
"Kami melakukan verifikasi dan assessment, serta memberi bantuan pemakaman yang ditangani LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial) hingga jenazah dapat segera dikebumikan," ujar Peni dalam keterangan tertulis (20/1/2020).
Ia melanjutkan, dalam setahun ada anggaran untuk 20 jenazah telantar dan lima jenazah yang memerlukan visum.
Besaran bantuan pemakaman untuk jenazah terlantar adalah Rp 2,5 juta dan untuk keperluan visum per jenazah adalah Rp 1,5 juta.
"Visum ini diperlukan apabila kepolisian menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dan sebagainya," kata Peni.
Jenazah telantar di DIY
Menurut Peni, jumlah jenazah telantar di DIY tidak terlalu tinggi, tahun 2018 ada delapan kasus dan 2019 ada 11 kasus.
Pada 2019, hanya dua jenazah yang memerlukan visum. Jenazah telantar di antaranya adalah korban tabrak lari, kecelakaan kereta api, dan meninggal di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) milik Dinas Sosial DIY.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinas Sosial DIY Baried Wibawa menyampaikan kendala mengurus jenazah terlantar.
Kendala itu adalah, pihaknya belum memiliki makam khusus bagi jenazah tanpa identitas yang meninggal di DIY.
"Kalau di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul itu ada. Sementara Gunungkidul dan Kulonprogo belum ada,” kata Baried.
Menurut dia, makam khusus itu penting untuk memudahkan mengurus jenazah terlantar. Padahal jika permakaman umum penuh, maka hal itu akan cukup merepotkan.
“Keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, terutama yang menderita psikotik, bisa mendatangi Camp Assessment Dinas Sosial DIY di Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta,” ujar Baried.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dinas-sosial-daerah-istimewa-yogyakarta.jpg)