ADVERTORIAL

Pentingnya Pemahaman Gender untuk Keuntuhan Keluarga

Jika dalam keadilan gender dipahami masyarakat, maka angka kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa ditekan.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Sosialisasi pemahaman gender yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk mewujudkan keadilan gender, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY melakukan sosialisasi pemahaman gender kepada masyarakat.

Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) DP3AP2 DIY, Roossy Budiawan menjelaskan, melalui sosialisasi gender tersebut masyarakat diajak untuk membedakan jenis kelamin dan gender.

Setelah masyarakat memahami perbedaan jenis kelamin dan gender, masyarakat akan dikenalkan pada kesetaraan gender dan keadilan gender.

Dalam kesetaraan gender, ada empat hal yang disampaikan, yaitu akses, kontrol, partisipasi, dan manfaat.

Sementara dalam keadilan gender lebih pada keadilan perlakuan laki-laki dan perempuan, ada satu pihak yang dirugikan.

Menurutnya ketika masyarakat bisa memahami gender, ketidakadilan gender bisa dicegah.

Hingga saat ini yang menjadi korban ketidakadilan gender masih perempuan dan anak.

"Ketidakadilan gender itu bisa berupa kekerasan fisik maupun seksual, strereotipe negatif, marginalisasi, bisa beban ganda. Beban ganda dalam hal ini misalnya ibu sudah bekerja, tetapi masih ada pekerjaan di ranah domestik," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com.

Padahal, lanjutnya untuk mewujudkan keutuhan keluarga diperlukan kesetaraan dan keadilan gender, sehingga ranah domestik tidak hanya menjadi tanggungjawab ibu atau perempuan, tetapi juga ayah atau laki-laki.

Baca: Lapas Perempuan Yogyakarta adakan Pelatihan untuk WBP

Jika dalam keadilan gender tersebut dipahami masyarakat, ia yakin angka kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa ditekan.

Tak hanya kekerasan, pemahaman keadilan gender juga diyakini bisa mencegah percerarian.

"Keutuhan keluarga itu bisa terjaga apabila keluarga paham kesetaraan dan keadilan gender. Saat sosialisasi gender, saya sempat bertanya terkait beban ganda kepada masyrakat, rupanya ada juga kok yang bapak-bapak ikut mencuci. Nah berarti kan sudah ada pemahaman keadilan gender, tetapi masih belum semuanya," lanjutnya.

Terpisah, Wasingatu Zakiyah dari IDEA Resource Center narasumber lain sosialisasi menjelaskan partisipasi perempuan dalam kelembagaan desa masih kurang.

Menurut catatannya, partisipasi perempuan mash di bawah 30 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved