Pendidikan

Serunya Siswa SMAN 8 Yogya Merangkai Mobil Lego Hidrogen

Rudy mengatakan melalui workshop tersebut, siswa SMAN 8 Yogyakarta mendapat pengetahuan baru.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri Gozali
Salah seorang mentor mengajari siswa SMA N 8 Yogyakarta mempersiapkan mobil rakitan mereka saat acara Lomba lokakarya pembuatan mobil mini hidrogen Asian Games 2018 dari Lego di SMA N 8 Kota Yogyakarta, Senin (27/8/2018). Acara yang diadakan Ecubes Arcola ini memperkenalkan teknologi hidrogen yang digunakan pertama kalinya di Indonesia dan Asia pada ajang Asian Games 2018 serta mengajari para siswa membuat mobil mini dari Lego dengan tenaga gerak hidrogen. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lidwina Nadia tengah sibuk mengutak-atik berbagai lego yang ada di depannya.

Siswa SMA 8 Yogyakarta itu sedang merakit sebuah miniatur mobil dari lego.

Sesekali ia membongkar pasang lego agar bentuknya sesuai dengan keinginannya.

Bersama dengan dua temannya, siswa kelas X MIPA I itu terus mencari potongan lego yang cocok.

Ada beberapa kotak di depan mereka.

Masing-masing kotak berisi potongan lego yang berbeda, mulai dari bentuk roda, bentuk lego ukuran panjang dan ukuran yang pendek.

Baca: Merangkai Mobil Mini Hidrogen Dapat Melatih Imajinasi Siswa

"Ini lagi bikin mobil sih, yang susah ini ngepasin supaya penggeraknya bisa nempel dan bisa gerakin roda. Biar nanti bisa jalan sendiri," kata Lidwina sambil asyik mengutak-atik lego di Lab Biologi SMA 8 Yogyakarta Senin (27/8/2018).

Mobil lego yang dibuat oleh Lidwina dan kedua temannya bukan sekedar mobil mainan, tetapi bisa berjalan layaknya mobil sungguhan.

Uniknya yang menjadi bahan bakar adalah hidrogen.

Pelajar berseragam putih abu-abu itu merasa senang bisa mendapat pengalaman dan pengetahuan baru.

"Seneng, bisa dapat pengalaman merakit mobil. Dapat pengetahuan baru juga ternyata hidrogen bisa dijadikan bahan bakar. Baru tahu ini juga," ujarnya.

Ecubes Arcola merupakan penggagas acara Workshop Hydrogen Zero Emission Mobility Education Program, bekerjasama dengan Imperial Collage dari London, Inggris.

Education Manager Ecubes Arcola, Arlan Harris mengungkapkan tujuan workshop adalah untuk mengenalkan teknologi hidrogen pada generasi muda.

Baca: Ecubes Arcola Kenalkan Teknologi Hidrogen pada Siswa SMAN 8 Yogyakarta

"Ketika mendengar hidrogen, agak takut. Tetapi dengan workshop ini, kamui kenalkan pada anak muda untuk mengerti teknologi hidrogen. Jadi kalau kedepan teknologi ini dibuat dalam skala besar, anak-anak sudah paham dan nyaman menggunakannya," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved