Warunk Sambel Bang Harim Tawarkan Masakan Berkualitas Restoran
Berbeda dengan mangut lele yang menggunakan santan pada kuahnya, Lele Guyur Pedas ini berkuah bening.
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Trend masakan pedas menjadi peluang Harim Bhava membuka Warunk Sambel Bang Harim. Warung yang dibuka Jumat (16/6/2017) lalu ini menawarkan masakan pedas dengan citarasa yang tajam.
Ingin tampil beda dengan warung-warung lainnya, Warunk Sambel Bang Harim membuat masakan pedas memiliki kualitas layaknya masakan restoran.
Meskipun berkualitas restoran-restoran ternama, masakan tetap terjangkau mulai harga Rp 12 ribu hingga Rp 22 ribu per porsinya.
Warung yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto nomor 185 Yogyakarta ini muncul dengan masakan uniknya, Lele Guyur Pedas.
Berbeda dengan mangut lele yang menggunakan santan pada kuahnya, Lele Guyur Pedas ini berkuah bening.
Lele yang sudah digoreng sebelumnya kemudian dimasak tim lengkap dengan bumbu dapur yang khas. Penggemar pedas pun akan terbayar hasratnya dengan mencicipi masakan bercitarasa pedas manis ini.
"Saya melihat belum ada masakan seperti ini di Yogyakarta, sehingga berniat memperkenalkannya menjadi hidangan khas Warunk Sambel Bang Harim," kata pemilik Warunk Sambel Bang Harim, Harim Bhava.
Warung yang buka mulai pukul 10.00 sampai 22.00 ini pun memperkenalkan masakan unik lainnya yang diberi nama Bebek Jahanam. Pada menu ini, bebek dapat dinikmati bersama sambal hijau yang sangat pedas.
"Di sini pelanggan bisa rikues tingkat kepedasan mulai level 1 hingga level 3. Level 1 saja kita menggunakan 25 cabai yang semuanya cabai rawit merah," jelasnya.
Selaras dengan penamaan warungnya, pelanggan dapat menjumpai jenis-jenis sambal yang sesuai dengan seleranya.
Sambal-sambal tersebut di antaranya sambal terasi, sambal tomat, sambal bawang, sambal matag, sambal tempe, sambal mangga hingga sambal kemangi.
Untuk melengkapi hidangan, Warunk Sambel Bang Harim juga menyediakan beragam lauk mulai ayam, lele, bebek hingga ikan nila.
Menu sayur juga ditawarkan, mulai trancam, oseng kangkung, oseng genjer, oseng daun pepaya, oseng daun pakis hingga sayur lodeh.
Konsep bangunan yang semi outdoor sengaja dihadirkan supaya pelanggan betah berlama-lama di warung ini. Berkapasitas sekitar 100 orang, warung ini membidik segmen mahasiswa dan keluarga sebagai pasarnya.
"Kami juga menjamin kualitas bahan yang dipakai, misalnya ikan selalu segar karena dikirim langsung oleh distributor, minyak hingga tepung yang digunakan semuanya bermerek, bukan curah," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warunk-sambel-bang-harim_20170617_183416.jpg)