Pesta Para Penggemar Hip Hop di Wacthout Dab #2
Para penggemar kultur hip hop kembali berpesta di hajatan bertajuk WATCHOUT DAB #2.
Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Para penggemar kultur hip hop kembali berpesta di hajatan bertajuk WATCHOUT DAB #2.
Bertempat di Jogja Nasional Museum (JNM) Yogyakarta, Kamis (24/3/2016), mulai sore hari, para pegiat skena hip hop sudah berkumpul meramaikan berbagai rangkaian acara yang telah disiapkan oleh Komunitas Hip Hop terbesar di Yogyakarta, Hellhouse.
Acara ini diisi langsung oleh para pelopor dan pelaku hip hop dari bermacam generasi.
Beberapa grup yang beraksi malam itu ialah; ROTRA, D.P.M.B, BEGUNDAL CLAN, SLAM, HARDER, MLETHODMAN, WORKKINGDOG, REGALS, POTAZ, TRIBE, WESD’LOCWORDS, SONJAH (SURABAYA), DJUKO & SAMLION (MALANG), BEJO (Beatbox Yogyakarta).
Genre yang berasal dari barat ini semakin populer di Yogyakarta. Belakangan hip hop bahkan dirasakan cukup mendominasi tren saat ini.
Hal tersebut setidaknya bisa terlihat dari cara berpakaian dan lifestyle anak muda. Belakangan musik hip hop menjadi semakin diminati karena ada proses akulturasi, baik dengan bahasa, maupun pesan-pesan moral yang dikandungnya.
Watchout Dab yang pertama di selenggarakan pada 2012 lalu ini merupakan pesta hip hop terbesar yang pernah ada, dan sudah lama di nantikan ribuan anak muda Yogyakarta.
Menurut Alexander Sinaga dari Hellhouse, Watchout Dab ialah program yang diyakini akan menjadi tempat regenerasi dan wadah bagi skena musik hip hop dan masyarakat urban di Yogyakarta.
Selain perform musik, pada kegiatan ini juga digelar acara workshop yang berisi sharing tentang sejarah, musik, lirik, dan movement hip hop tanah air.
“Dengan melibatkan narasumber di bidangnya, tentu saja kegiatan ini akan membawa motivasi dan dampak positif bagi setiap individu yang berkecimpung dalamnya,” ujar Alex.
Sesi diskusi diisi oleh Gantazz (ex G Tribe, Jogja Hip Hop Foundation, Produser, Song writer), Ngilaz (Jogja Hip Hop Foundation, Produser, Song writer), Xaqhala (Pesta Rap, Boyz Got No Brain, Song writer), Lacos (CutOffDepth, Produser, Audio Engineer), dan Donnero (D.P.M.B, Produser, Song writer).
Pada kesempatan tersebut Xaqhala menjelaskan panjang tentang gaya nge-rap di awal 90-an terpecah menjadi east, dan west. Seiring waktu para pelaku hip hop jenuh akan perbedaan.
Kepada para perserta diskusi yang mayoritas dari kalangan remaja ini, ia berujar bahwa hip hop adalah dirimu sendiri, apa yang keluar dari hatimu.
“Ketika saya mendengar Jahanam, saya tidak merasakan itu west atau east, tapi ya Jahanam itu sendiri, rap style jangan terkotak-kotakan, masing masing punya gayanya sendiri,” tegasnya.
Selanjutnya para narasumber juga menceritakan bagaimana proses mereka membuat lirik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hip-hop_986_20160327_093610.jpg)