Dua Siswa SMK Dilarikan ke Rumah Sakit Seusai MOS

Kekerasan dalam Masa Orientasi Siswa (MOS) terjadi di SMK Pelayaran Pancasila, Kartasura, Sukoharjo.

Editor: oda
tribunjateng
Salah satu korban dari kegiatan MOS yang mendapat pukulan dan tendangan dari kakak kelas, di SMK Pelayaran Pancasila, Kartasura, Sukoharjo. Dia mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

TRIBUNJOGJA.COM, SUKOHARJO - Kekerasan dalam Masa Orientasi Siswa (MOS) terjadi di SMK Pelayaran Pancasila, Kartasura, Sukoharjo, Senin (10/8/2015).

Kekerasan ini membuat dua siswa yakni Agus Riyanto (16) dan Andri Beni Saputra (16) ini harus dirawat di rumah sakit karena luka yang didapatnya.

Kedua siswa tersebut mendapat pukulan dan tendangan dari kakak kelas saat melakukan kesalahan dalam latihan baris berbaris.

Agus, siswa korban kekerasan yang merupakan warga Delanggu, Klaten, saat ini terbaring lemas di bangsal Al Falaq 2 di RSU PKU Muhamadiyah Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Wajah Agus masih tampak pucat dan pihak keluarga menceritakan Agus masih trauma atas peristiwa yang menimpanya saat MOS tersebut.

Ibu Agus, Sumiyati (46), sembari menangis menceritakan kalau anaknya sempat ketakutan sebelum berangkat ke sekolah untuk mengikuti acara MOS.

"Anak saya sebelum MOS sempat bilang, kalau aku mati gimana? Lalu ayahnya mencoba menyemangatinya agar berani. Tidak tahunya kok malah begini," katanya kepada wartawan, Selasa (11/8/2015).

Sumiyati menceritakan anaknya saat MOS disuruh bergulingan hingga dipukul di bagian perut sampai akhirnya pingsan.

Setelah itu, suaminya diberitahu pihak sekolah kalau Agus masuk rumah sakit, dan kedua orang tua Agus sesegera menuju ke rumah sakit.

"Saat melihat anak saya di rumah sakit semalam (Senin Malam), anak saya tidak sadarkan diri ketika pertama saya mendapatinya di rumah sakit,"katanya.

Selain Agus, Andri Beni Saputra (16), juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengikuti acara di sekolah tersebut.

Andri yang dirawat di bangsal Al Amin 3 masih beruntung karena tidak pingsan serta dalam keadaan sadar dan hanya mengalami dehidrasi.

Andri yang didampingi kedua orangtuanya, menceritakan bahwa saat latihan baris berbaris, beberapa seniornya, memukul dan melakukan kekerasan terhadap rekannya, Agus.

Dirinya juga mendapat pukulan dan tamparan, tapi masih bisa bertahan, tetapi terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena dehidrasi.

"Memang ada yang pukul dan menendang rekan saya, karena salah baris berbarisnya. Waktu itu, saya tidak kuat karena selama latihan tersebut kami hanya boleh minum air sebanyak satu tutup botol mineral," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved