Lampaui Target KPK, Pemkot Yogyakarta Sabet Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas
Pemkot Yogyakarta menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dalam upaya pemberantasan korupsi di lingkungan birokrasi.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Pemkot Yogyakarta menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dalam upaya pemberantasan korupsi di lingkungan birokrasi.
- Yang terbaru, Pemkot Yogyakarta menjadi satu dari 12 instansi di Indonesia yang dipilih KPK RI sebagai peserta piloting Program Pembelajaran Integritas Berbasis e-Learning bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
- Penghargaan diserahkan Ketua KPK, Setyo Budiyanto kepada Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Rabu (17/6/26).
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dalam upaya pemberantasan korupsi di lingkungan birokrasi.
Kali ini, Pemkot Yogyakarta didapuk jadi salah satu dari 12 instansi di Indonesia yang dipilih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sebagai peserta piloting Program Pembelajaran Integritas Berbasis e-Learning bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Apresiasi berupa penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto kepada Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Rabu (17/6/26).
Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengungkapkan, program e-Learning ASN Berintegritas dirancang untuk membangun ekosistem birokrasi yang bersih, melalui penguatan integritas berbasis pendidikan dan pelatihan.
"Program menggabungkan berbagai media pembelajaran digital seperti video, infografis, audio naratif, simulasi studi kasus, serta evaluasi pembelajaran yang memungkinkan ASN memahami sekaligus menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," ungkapnya.
Menariknya, tambah Setyo, rangkaian pembelajaran dalam program tersebut dikemas melalui sebuah konsep unik bernama "Labirin Integritas".
Konsep itu, menggambarkan bagaimana perjalanan seorang ASN ketika dihadapkan pada berbagai dilema etika dan risiko korupsi di lingkungan kerja mereka.
"Terdapat enam modul utama yang membahas nilai dasar ASN BerAKHLAK, integritas dalam pelayanan publik, pencegahan korupsi, pengelolaan konflik kepentingan, penolakan gratifikasi, hingga peran ASN sebagai agen perubahan," ungkapnya.
Diujicoba ke 50 ribu ASN
Pada tahap implementasi awal atau piloting, program telah diujicoba kepada lebih dari 50 ribu ASN yang tersebar di 12 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Indonesia.
Evaluasi pun dilangsungkan untuk mengukur efektivitas materi, tingkat partisipasi, pengalaman pengguna, hingga dampak nyata terhadap penguatan integritas ASN.
Dalam tahapan tersebut, Pemkot Yogyakarta berdasarkan data KPK per 22 Mei 2026, awalnya hanya menargetkan 250 ASN untuk mengikuti program pembelajaran integritas ini.
Namun, di luar dugaan, antusiasme ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta sangat tinggi hingga melampaui target yang dipatok oleh KPK.
"Realisasinya mencapai 324 ASN atau setara 129,6 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut menempatkan Pemkot Yogyakarta sebagai salah satu instansi yang berhasil melampaui target partisipasi dalam tahap piloting," kata Setyo.
Capaian impresif tersebut, menjadi bukti konkret bahwa komitmen Pemkot Yogyakarta dalam membangun budaya integritas di lingkungan birokrasi lokal terus berjalan secara berkesinambungan.
Ke depan, KPK mematok target, program serupa dapat menjangkau lebih dari 5,8 juta ASN di seluruh penjuru tanah air hingga tahun 2029 mendatang.
"Dengan cakupan yang semakin luas, program ini diharapkan mampu memperkuat budaya integritas di seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah," jelasnya.
Pembelajaran integritas
Sementara, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, berujar penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata jajaran Pemkot Yogyakarta dalam mendukung pengembangan serta implementasi awal program pembelajaran integritas berbasis digital.
Ia menegaskan, penguatan integritas mutlak jadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat Kota Yogyakarta.
"Program ini merupakan suatu terobosan baru karena dengan metode belajar (e-learning) tapi yang dipelajari adalah sebuah integritas yang harapannya bisa membangun karakter para ASN," urainya.
Mantan Kepala BKKBN RI tersebut berharap, seluruh ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta tidak hanya menjadikan Program e-Learning ASN Berintegritas sebagai formalitas atau pemenuhan kewajiban administrasi belaka.
Lebih dari itu, ia meminta materi-materi yang telah didapatkan benar-benar diresapi dan dijadikan kompas atau pedoman dalam menjalankan tugas pelayanan sehari-hari.
"ASN harus mampu memosisikan diri sebagai teladan dalam memberikan pelayanan yang jujur, profesional, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas," pungkasnya. (aka)
| Mahasiswa UMY Merahkan Titik Nol KM Yogyakarta, Tuntut Pemerintah Koreksi Kebijakan atau Mundur |
|
|---|
| Antisipasi Kecurangan, Aturan Ketat Berlaku di Jalur Domisili Radius SPMB SMP Kota Yogyakarta 2026 |
|
|---|
| Ratusan Mahasiswa UMY Berorasi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta |
|
|---|
| Tembus Eropa, Produk Kreatif Yogyakarta Kini Dilengkapi Digital Product Passport Berbasis Blockchain |
|
|---|
| Dari Safety Riding hingga Kopdar, Serunya Gelaran Vario Street Nation Astra Motor Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penyerahan-penghargaan-Pembelajaran-Integritas-e-Learning-bagi-ASN-ke-Wali-Kota-Yogyakarta.jpg)