Dua Rahasia Dasar Berkebun yang Sering Diabaikan Pemula

Tanaman yang dirawat penuh harapan seringkali layu, kerdil, bahkan enggan berbuah.

Tayang:
Dok.Istimewa
Dua Rahasia Dasar Berkebun yang Sering Diabaikan Pemula 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jutaan video dan artikel tips berkebun bertebaran di internet, menjanjikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin menanam di rumah.

Namun, mengapa banyak pemula justru mengalami kegagalan?

Tanaman yang dirawat penuh harapan seringkali layu, kerdil, bahkan enggan berbuah.

Fenomena ini menimbulkan satu pertanyaan penting yakni apabila semua tips umum sudah diikuti, apa sebenarnya ‘rahasia’ yang terlewat?

Menurut Infarm.id, media sosial yang membagikan tips untuk belajar berkebun bagi pemula, jawabannya bukanlah trik rumit, melainkan dua fondasi utama yang seringkali dianggap sepele.

I Dewa Gede Agung Wiradipta, pendiri Infarm.id, membagikan pengamatannya setelah berinteraksi dengan ribuan pekebun pemula.

“Banyak sekali yang datang dan bertanya, ‘kenapa tanaman saya tidak subur padahal sudah mengikuti semua tips?’. ‘Rahasia’ yang kami temukan sebenarnya sangat mendasar, namun ironisnya paling sering diabaikan,” ungkap Dewa.

Menurutnya, orang terlalu fokus pada hal yang terlihat di permukaan seperti menyiram dan menjemur. Padahal, kata Dewa, rahasia kesuksesan jangka panjang terletak di bawah tanah, pada dua hal yang kami sebut sebagai fondasi kehidupan tanaman: kualitas media tanam dan ketersediaan nutrisi dari pupuk organik.

Ia menegaskan, mengabaikan kedua hal ini sama seperti membangun rumah megah di atas fondasi rapuh.

Fondasi Pertama: Media Tanam, “Rumah” yang Nyaman

Tips pertama dan paling fundamental adalah berhenti menggunakan tanah seadanya.

Menurut Dewa, kesalahan fatal pemula adalah mengambil tanah dari halaman secara acak.

"Tanah seperti itu seringkali padat, miskin unsur hara, dan memiliki sistem drainase yang buruk, sehingga akar tanaman sulit bernapas dan rentan busuk," ujarnya.

Solusinya adalah berinvestasi pada media tanam siap pakai yang berkualitas. Media tanam yang baik, seperti yang dikembangkan oleh Infarm.id, merupakan campuran seimbang tanah, kompos, dan sekam bakar. 

Komposisi ini menciptakan lingkungan ideal: gembur agar akar leluasa bergerak, berpori untuk sirkulasi udara dan air yang baik, serta sudah mengandung nutrisi dasar bagi benih untuk bertunas.

Setelah ‘rumah’ yang nyaman siap, fondasi kedua adalah bekal makanan yang cukup. Di sinilah peran vital pupuk organik.

“Menambahkan pupuk organik ke dalam media tanam sebelum proses menanam adalah langkah krusial. Ini memastikan tanaman memiliki cadangan makanan yang cukup untuk melewati fase awal pertumbuhannya yang paling rentan,” saran Dewa.

Berbeda dengan pupuk kimia yang bersifat instan, pupuk organik bekerja perlahan dan berkelanjutan, memperbaiki struktur tanah sekaligus menyediakan nutrisi esensial yang mudah diserap tanaman. Menurutnya, ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan kebun rumahan.

Kesuksesan Infarm.id, yang meraih penghargaan Most Wanted Brand di TikTok Awards 2022, tidak hanya terletak pada kualitas produknya. 

Strategi dua pilar yang mereka jalankan konsisten menjadi kunci. Pilar pertama adalah fokus pada edukasi, membongkar ‘rahasia’ berkebun yang sebenarnya: pentingnya fondasi media tanam dan pupuk organik.

Pilar kedua adalah kolaborasi. Infarm.id aktif merangkul kreator konten dan pegiat hobi berkebun melalui program afiliasi untuk memperkuat pesan mereka. 

"Kolaborasi ini menciptakan gema positif dari suara otentik komunitas, di mana rekomendasi datang dari pengalaman sesama pengguna," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved