61 Tukik Hasil Penetasan Dilepasliarkan di Pantai Ngandong Gunungkidul
Tukik tersebut merupakan telur yang berhasil dievakuasi dari Pantai Jungwok dan Pantai Nampu yang ditemukan beberapa waktu lalu.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 61 tukik dilepaskanliarkan di Pantai Ngandong, Kalurahan Sidoarjo Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (22/7/2025).
Tukik tersebut merupakan telur yang berhasil dievakuasi dari Pantai Jungwok dan Pantai Nampu yang ditemukan beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi, mengatakan, telur yang berhasil dievakuasi di Pantai Jungwok sebanyak 111 butir telur, sementara di Pantai Nampu ada 108 butir.
Adapun, telur penyu itu mulai menetas sejak, Jumat (18/7/2025), dan hingga siang kemarin, Minggu (20/7/2025), yang berhasil tertangani sebanyak 61 ekor tukik.
"Jadi, dari total 219 butir telur penyu yang ditemukan di Pantai Jungwok dan Nampu, yang berhasil tertangani sebanyak 61 ekor," tuturnya saat dikonfirmasi pada Selasa (22/7/2025).
Dari jumlah telur tersebut, dia menuturkan, tingkat keberhasilan penetasan diperkirakan mencapai 75 persen. Adapun, telur yang tidak berhasil menetas dikarenakan mati sebelum sempat tertangani atau mati saat di penangkaran.
"Jadi, memang beberapa tukik yang sudah menetas namun mati sebelum dilepaskanliarkan. Sama seperti sebelumnya, untuk jenisnya dilihat dari morfologinya merupakan jenis Penyu Lekang," terang dia.
Dia menyebut dilepasliarkannya puluhan tukik ini sebagai bentuk pelestarian,
Sebab, penyu itu memiliki sifat alamiah yang mana sekitar 10-20 tahun lagi, penyu ini akan kembali lagi ke tempat mereka berasal.
“Pelepasliaran menjadi upaya penting untuk memastikan tukik yang berhasil menetas bisa kembali ke habitat alaminya di laut. Kami juga berkomitmen menjaga kawasan pantai sebagai habitat penyu agar proses peneluran di musim-musim berikutnya tetap berlangsung,” terangnya.
Dia menambahkan saat ini sebanyak 12 pantai di Kabupaten Gunungkidul merupakan tempat pendaratan penyu untuk bertelur. Mulai dari, Pantai Wediombo, Pantai Kayu Arum, Pantai Porok, Pantai Sanglen, Pantai Ngrumput, Pantai Watunene, Pantai Sruni, Pantai Wediombo, Pantai Jungwok, Pantai Greweng, Pantai Sedahan, Pantai Dadapan dan Pantai Ngrokoh.
"Mendaratnya penyu untuk menyimpan telurnya di pantai sini, merupakan sinyal kalau ekosistem laut Kabupaten Gunungkidul masih sangat baik sekali," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan DKP DIY, Veronica Vony Rorong mengatakan ditemukannya penyu di Pantai Gunungkidul menjadi peristiwa yang luar biasa.
Menurutnya, adanya penemuan telur ini menunjukkan ekosistem penyu di DIY mengalami peningkatan. Dirinya pun berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan kelestarian penyu. Hal ini agar habitat penyu tidak punah.
"Harapan kami masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai konservasi agar penyu-penyu yang mendarat di sekitar pantai Gunungkidul ini tetap lestari. Maka, kami imbau jika menemukan telur penyu jangan dirusak melainkan harus melaporkan ke petugas," tegasnya (ndg)
| Masifnya Investasi di Selatan Gunungkidul Rusak Karst, Pengusaha Jadikan Denda Sebagai 'Budaya' |
|
|---|
| Disebut Punya Potensi Besar, PSI DIY Bidik Gunungkidul Jadi Lumbung Suara di Pemilu 2029 |
|
|---|
| Tak Cuma Touring, Ratusan Biker Muslim Ini Kumpul di Ponpes Darush Sholihin Gunungkidul Sambil Ngaji |
|
|---|
| Detik-detik Menegangkan Penyelamatan Ibu dan Anak yang Terseret Ombak di Pantai Sundak Gunungkidul |
|
|---|
| Gempur Rokok Ilegal, Tim Gabungan Sita 6.375 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Gunungkidul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/61-Tukik-Hasil-Penetasan-Dilepasliarkan-di-Pantai-Ngandong-Gunungkidul.jpg)