Tiga SD Negeri di Wates Kulon Progo Direlokasi dan Digabung Jadi SDN Terpadu
Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan langkah penggabungan atau regrouping diambil untuk menyatukan manajemen sekolah.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kapanewon Wates direlokasi dan digabungkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo. Ketiganya digabungkan menjadi SDN Wates Terpadu.
Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan langkah penggabungan atau regrouping diambil untuk menyatukan manajemen sekolah.
"Tiga sekolah yang digabungkan dan direlokasi adalah SDN Percobaan 4, SDN Terbahsari, dan SDN 2 Wates," jelas Nur pada wartawan, Senin (07/07/2025).
Tiga sekolah tersebut digabung dan direlokasi ke bangunan yang sudah tersedia di wilayah Kelurahan Wates, dekat dengan Kompleks FRC UGM. Gedungnya dibangun sejak 2018 lalu, bersamaan dengan gedung SMP Terpadu di sebelahnya.
Menurut Nur, kebijakan tersebut menjadi tindak lanjut atas selesainya proyek pembangunan gedung SDN Terpadu. Adapun gedungnya selesai dibangun sejak akhir 2024 lalu dan sudah siap digunakan.
"Gedung 2 lantai tersebut akan mampu menampung sebanyak 500 pelajar," ungkapnya.
Proses relokasi hingga kini masih terus berjalan. Menurut Nur, pihaknya juga tengah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pembelajaran.
Pembenahan manajemen sekolah juga terus dikejar. Sebab diperlukan penataan ulang untuk struktur tenaga pendidik sehingga proses pembelajaran tidak terhambat dengan adanya penggabungan tersebut.
"SDN Terpadu ini dipastikan siap untuk menampung pelajar di Tahun Ajaran Baru 2025/2026," kata Nur.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Aris Nugroho mengatakan pembangunan sekolah terpadu sudah jadi program prioritas. Programnya pun sudah bergulir cukup lama.
Sebab sekolah terpadu jadi salah satu program penting bagi Pemkab Kulon di bidang pendidikan. Proyek pembangunannya bahkan tetap berlanjut meski beberapa kali ada kebijakan refocusing anggaran.
"Program sekolah terpadu ini memang dibutuhkan sehingga menjadi prioritas kami," jelas Aris.(alx)
| Musim Kemarau di DIY Diprediksi Lebih Lama karena El-Nino, Sebabkan Suhu Udara Tinggi |
|
|---|
| Tak Masuk APBD 2026, Pengadaan Tanah Relokasi SDN Kaliandong Nanggulan Kulon Progo Tertunda |
|
|---|
| Syawalan di Tengah Efisiensi, Pelaku UMKM di Kulon Progo Jadi Solusi |
|
|---|
| Hadiri Syawalan di Kulon Progo, Gubernur DIY Sri Sultan HB X Bawa Pesan Persatuan ke Masyarakat |
|
|---|
| 15 Tahun Ikut Merawat Jogja Istimewa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tiga-SD-Negeri-di-Wates-Kulon-Progo-Direlokasi-dan-Digabung-Jadi-SDN-Terpadu.jpg)