Cara Pemkab Klaten Perkuat Sinergi Pengelolaan Data

Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Klaten menggelar Forum Satu Data Klaten

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Istimewa
Suasana gelaran Forum Satu Data Klaten di Pendopo Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (18/6/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Klaten menggelar Forum Satu Data Klaten untuk semester I 2025 di Pendopo Kabupaten Klaten 

Forum tersebut digelar untuk memperkuat sinergi pengelolaan data di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Kegiatan yang mengangkat tema "Sinergi satu data Klaten untuk pembangunan berkelanjutan" itu dibuka secara langsung oleh Pj Sekda Kabupaten Klaten, Jaka Purwanto. 

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari BPS Kabupaten Klaten, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klaten, dan perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Tengah. 

Kepala Bapperida Klaten, Pandu Wirabangsa, menjelaskan bahwa forum itu digelar untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan berkelanjutan. 

"Sekaligus untuk meningkatkan koordinasi, pengawasan, penguatan tata kelola data, serta mendorong keterisian data prioritas Kabupaten Klaten," katanya, dalam keterangan resmi Jumat (20/6/2025).

Pandu memaparkan bahwa data memegang peranan penting dalam pembangunan. 

Menurutnya, Satu Data adalah landasan penting untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan.

“Satu Data itu menjadi pedoman dalam penyelenggaraan tata kelola data, menyediakan data yang akurat, mutakhir, dapat dipertanggungjawabkan, dan mudah diakses antar instansi,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Sekda Klaten, Jaka Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan forum, termasuk lembaga penyedia dan pengelola data di lingkungan Pemkab Klaten.

Pihaknya menekankan, kebutuhan teehadap data saat ini semakin tinggi. Kendati demikian, tantangan yang masih dihadapi terkait perbedaan versi data dari berbagai sumber. 

Hal itu seringkali menimbulkan kebingungan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

"Maka forum itu diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, serta membangun sistem informasi yang terintegrasi," pungkas dia. (drm)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved