Kota Magelang

Ada Sunatan Massal di Kota Magelang, Peserta Tertua Berumur 18 Tahun

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menggelar kegiatan sunatan massal bertajuk Sunatan Bareng Damai secara gratis di RSUD Budi Rahayu dan RSUD Tidar

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Prokompim Kota Magelang
SUNAT MASSAL: Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menggelar sunatan massal bertajuk 'Sunatan Bareng Damai' 

 

Sunatan Massal di RSUD Tidar dan Budi Rahayu Program Magelang Kita Peduli

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menggelar kegiatan sunatan massal bertajuk Sunatan Bareng Damai secara gratis di RSUD Budi Rahayu dan RSUD Tidar Kota Magelang, pada Sabtu (10/5/2025).

Sebanyak 93 anak dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Kota Magelang, tetapi juga dari Kabupaten Magelang, Cianjur, hingga Gunungkidul.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Magelang untuk saling membantu dan memperkuat kepedulian sosial.

Terlebih, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1119 Kota Magelang

Program ini juga merealisasikan salah satu dari 100 hari kerja yang masuk dalam klaster program “Magelang Kita Peduli”, dengan fokus pada pelayanan bagi anak-anak yang membutuhkan.

"Ini sungguh luar biasa, karena menunjukkan bahwa program ini memberikan manfaat yang meluas dan dirasakan lintas wilayah," kata Mas Damar, sapaan akrab Damar Prasetyono.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta agar tumbuh menjadi anak yang sehat jasmani dan rohani, serta kelak menjadi pribadi hebat yang membawa kebaikan bagi banyak orang.

Seksi Bakti Sosial Sunatan, Hadi Sutopo, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama satu hari dan diselenggarakan di dua lokasi berbeda, yakni RSUD Tidar dan RSU Budi Rahayu.

"Rata-rata anak yang mendaftar dari jenjang SD. Ada pula yang paling tua, diketahui berumur 18 tahun," jelas Hadi.

Lulusan Akmil 1997 Kelahiran Sleman Ini Ikut Jadi Korban Ledakan Amunisi di Garut

Sebelum proses sunat, anak-anak diputarkan film dan diberi snack agar lebih rileks. Setelah menjalani sunat, mereka menerima bingkisan berupa sarung, tas sekolah, dan uang saku.

Hadi menambahkan, kegiatan sunatan massal ini akan digelar secara rutin setiap tahun. Hal ini dilakukan untuk mengubah stigma negatif tentang sunat yang selama ini dianggap menakutkan, menjadi pengalaman yang menyenangkan.

“Termasuk ini kan membantu dari keluarga yang kurang mampu," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, dr Sri Harso, yang juga turut bertugas dalam kegiatan tersebut, menyambut baik antusiasme masyarakat terhadap program sunatan massal ini.

“Nanti Insyaallah di tahun depan akan kami cari momen yang tepat. Kita juga akan mengadakan sunatan lagi, biar lebih banyak lagi. Tujuan utamanya untuk membantu anak-anak yang kurang mampu,” ujar Sri. (tro)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved