SBM Project Rilis Single Putus Baik-Baik, Kisah Cinta yang Terhalang Tembok Perbedaan

SBM Project, grup musik bergenre Citypop/Pop Kreatif dikenal dengan lagu-lagu mereka yang memiliki melodi menarik, lirik yang relatable, dan aransemen

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
DOKUMENTASI untuk TRIBUNJOGJA.COM
SBM PROJECT - SBM Project, grup musik bergenre Citypop/Pop Kreatif asal Yogyakarta, kembali hadir dengan karya terbaru mereka yang siap menyentuh hati para pendengar. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SBM Project, grup musik bergenre Citypop/Pop Kreatif dikenal dengan lagu-lagu mereka yang memiliki melodi menarik, lirik yang relatable, dan aransemen musik yang inovatif.

Grup musik asal Yogyakarta ini, kembali hadir dengan karya terbaru mereka yang siap menyentuh hati para pendengar.

Mengusung genre Pop Kreatif yang menjadi ciri khas mereka, SBM Project baru saja merilis single teranyar berjudul ‘Putus Baik-Baik’. 

Karya terbaru ini mengisahkan tentang pahitnya sebuah hubungan asmara yang harus kandas lantaran terbentur restu dari orang tua.

Perbedaan keyakinan dan latar belakang menjadi jurang yang sulit dijembatani.

Meski hati mereka saling terpaut, restu orang tua tak pernah datang, menjadi bayang-bayang yang terus membebani hubungan dan menjadi tembok penghalang bagi dua insan yang saling mencintai untuk melanjutkan kisah kasih mereka. 

‘Putus Baik-Baik’  hadir dengan melodi yang ear-catchy dan lirik yang mendalam, menggambarkan kesedihan dan keikhlasan larut menjadi satu dalam menghadapi perpisahan yang tak diinginkan.

SBM Project yang beranggotakan trio vokal Wijil Rachmadhani, Candra Adinugroho dan Danang Marto Paidi, kembali menunjukkan musikalitas mereka yang solid dalam single ini.

Aransemen musik yang kreatif dan sentuhan pop yang segar menjadikan ‘Putus Baik-Baik’  sangat menarik untuk dinikmati.

Adapun single ‘Putus Baik-Baik’ ditulis oleh Danang Marto Paidi dan Candra Adinugroho.

Untuk penggarapan musiknya masih dikerjakan oleh Sasi Kirono, Adiyatma Raharjo dan Abraham Mico dari Satrio Piningit Records.

"Lagu ini kami ciptakan sebagai representasi dari kisah cinta yang mungkin dialami oleh banyak orang. Ketika cinta yang tulus harus berakhir bukan karena rasa yang hilang, namun karena faktor eksternal yang sangat kuat," ujar Danang.

“Mohon maaf sebelumnya bila syair lagu pada bait kedua dalam lagu ‘Putus Baik-Baik’ akan terasa menjadi renungan yang menyakitkan, saat kedua orang tua kita telah setuju untuk tidak memberi restu,” imbuh Candra.  

Lebih lanjut, Wijil mengungkapkan, single ketiga dari SBM Project ini resmi dirilis pada hari Jumat Legi, tanggal 9 Mei 2025 melalui gerai musik digital dan dapat dinikmati di semua platform musik digital. 

SBM Project berharap lagu ini dapat diterima dengan baik oleh para pecinta musik Indonesia dan semakin mengukuhkan eksistensi mereka di industri musik Tanah Air.

“Melalui single ini, kami berharap karya ini dapat menjadi teman bagi mereka yang sedang mengalami situasi serupa dan bisa menerima perpisahan dengan lapang dada. Selamat menikmati karya kami dan sampaikan salam hormat kami dengan keputusan yang telah kalian sepakati,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved