Relokasi Belum Jelas, Penghuni Area Parkir Abu Bakar Ali Jogja Tolak Digusur

Mereka menolak dipindahkan lantaran tempat relokasi yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga kini belum dipastikan.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
DIBONGKAR - Kendaraan bermotor melintasi bangunan TKP Abu Bakar Ali, Kota Yogyakarta, yang rencananya bakal dibongkar dan disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP). 

TRIBUNJOGJA.COM - Menjelang rencana pembongkaran Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) Yogyakarta yang dijadwalkan mulai Selasa (29/4/2025), para penghuni TKP ABA menyatakan tetap bertahan. 

Mereka menolak dipindahkan lantaran tempat relokasi yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga kini belum dipastikan.

Pengelola TKP ABA, Doni Rulianto, menegaskan sikap seluruh penghuni dalam pertemuan pada Sabtu (26/4/2025).

Ia menyampaikan bahwa juru parkir (jukir) dan pedagang sepakat untuk menolak tawaran solusi relokasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DIY yang dianggap belum matang dan tidak memberikan jaminan keberlanjutan usaha mereka.

"Kami siap diatur dan ditata, asal solusi dan lokasi relokasi jelas. Sampai sekarang belum ada kejelasan yang pasti untuk seluruh penghuni," ujar Doni.

Doni menjelaskan, pertemuan terakhir antara perwakilan pengelola ABA dan Dishub DIY digelar di Kantor Dishub DIY, Jalan Babarsari, Janti, Depok, Sleman pada Jumat (25/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dishub DIY Christina Erni Widyastuti menyampaikan bahwa para jukir akan dipindah ke tepi jalan umum (TJU) di 30 titik yang sudah disiapkan.

Namun, Doni menilai informasi tersebut tidak memadai.

"Tempatnya di mana, berapa jukir per titik, semua belum ada kejelasan. Padahal jumlah jukir di TKP ABA mencapai 95 orang," tegasnya.

Selain itu, Dishub DIY juga menawarkan beberapa opsi relokasi untuk pedagang. Selain lokasi lama di Batikan, terdapat dua tawaran baru yakni berjualan di pasar Sunmor Kotabaru — yang hanya aktif pada Sabtu dan Minggu — serta opsi untuk berjualan secara daring.

"Kalau (lokasi) pasnya saya belum tahu. Yang jelas, kalau di Sunmor kan jualannya hanya Sabtu-Minggu. Tidak bisa mengandalkan itu untuk kebutuhan harian," kata Doni.

Menyikapi tawaran yang dianggap tidak solutif itu, para penghuni TKP ABA memilih untuk tetap beraktivitas di lokasi semula.

Sikap tersebut bahkan sudah disampaikan secara resmi melalui pesan video kepada Dishub DIY. Hingga berita ini ditulis, belum ada balasan resmi maupun agenda pertemuan lanjutan dari pihak Dishub.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved