Bupati Gunungkidul Ingatkan Nelayan Tak Pinjam Uang dari Rentenir

Endah berpesan kepada masyarakat untuk menghindari pinjaman pada rentenir. Mengingat, rentenir memungut bunga pinjaman yang sangat besar

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
PESAN BUPATI: Foto dok ilustrasi. Nelayan Pantai Baron, Gunungkidul tampak bersantai di atas perahunya, Kamis (05/08/2021). Bupati Gunungkidul mengingatkan nelayan agar tak terjerumus ke rentenir. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL- Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengingatkan para nelayan agar tak meminjam uang kepada rentenir.

Hal itu disampaikannya saat Peringatan Hari Nelayan Nasional Tingkat Kabupaten di Pantai Drini, beberapa waktu lalu.

"Saya mengapresiasi semangat nelayan Gunungkidul dan menekankan pentingnya perlindungan dari jeratan rentenir. Kepala Dinas,  tolong identifikasi nelayan kita. Jangan sampai nelayan terjerat rentenir," ujarnya.

Sebelumnya, Endah berpesan kepada masyarakat untuk menghindari pinjaman pada rentenir. Mengingat, rentenir memungut bunga pinjaman yang sangat besar dan akan memberatkan masyarakat.

"Hati-hati ketika ingin meminjam uang jangan sampai terjerumus rentenir," paparnya.

Untuk membantu nelayan terhindar dari jeratan utang rentenir, Endah mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong transformasi sektor perikanan, termasuk melalui digitalisasi sistem pembayaran QRIS di TPI, layanan kesehatan, perlindungan kerja, dan pemberdayaan kelembagaan nelayan.

"Ini komitmen agar nelayan tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan makin berdaya.Laut telah memberikan rezeki bagi masyarakat kita. Sudah saatnya kita menjaga keberlanjutan, memperkuat perlindungan, dan memastikan nelayan tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan,Muhamad Johan Wijayanto menegaskan peringatan ini  sebagai bentuk penghargaan atas jasa para nelayan yang setiap hari mempertaruhkan nyawa demi menjaga ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir.

“Kita ingin membangun rasa bangga dan kebersamaan di antara nelayan Gunungkidul. Peringatan ini juga menjadi ruang sinergi lintas sektor, serta momentum meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan nelayan,” ujar Johan.

Senada, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran penuh jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam acara ini sebagai wujud perhatian terhadap masyarakat nelayan.

Ia menegaskan nelayan Gunungkidul memiliki daya juang yang luar biasa dan mampu bersaing di level nasional meskipun menghadapi tantangan geografis yang berat.

“Topografi Gunungkidul itu tidak seperti daerah lain. Saya berani katakan, nelayan kita ini bisa diadu dengan nelayan nusantara lainnya,” ujarnya.

KPH Wironegoro juga menyampaikan perjuangannya 15 tahun lalu mengenalkan ikan layur dan gurita Gunungkidul ke pasar internasional seperti Jepang dan Korea. 

Kini, ikan-ikan yang dulunya tidak memiliki nilai ekonomi telah menjadi komoditas unggulan berharga tinggi.

Ia mengajak semua pihak untuk lebih mencintai hasil laut Gunungkidul dan mendorong wisatawan untuk menghormati kawasan pesisir, tidak sekadar datang dan meninggalkan jejak tanpa kontribusi berarti. 

"Saya berharap ada perubahan besar dalam cara wisatawan menghargai ekosistem pesisir dan hasil tangkapan laut," urainya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved