Bupati Klaten Hamenang Ajak Kolaborasi Turunkan Angka Stunting

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo mengajak segenap tenaga medis di Kabupaten Klaten agar bekerja sama menurunkan angka stunting

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
HALALBIHALAL: Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal untuk mempererat silahturahmi insan tenaga medis dan pegawai Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Klaten di Gedung Sunan Pandanaran RSPD Kabupaten Klaten, pada Rabu (16/4/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini


TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar kegiatan Halal Bihalal untuk mempererat silaturahmi insan tenaga medis dan pegawai Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Klaten di Gedung Sunan Pandanaran RSPD Kabupaten Klaten, pada Rabu (16/4/2025).

Gelaran itu dihadiri ratusan tenaga medis di 34 Puskesmas, 13 rumah sakit, dan jajaran pegawai Diskes Kabupaten Klaten. 


Kegiatan itu juga dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dan Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten.

Pada kesempatan itu, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo mengajak segenap tenaga medis di Kabupaten Klaten agar bekerja sama menurunkan angka stunting, dari dua digit menjadi satu digit.


"Kalau berbicara soal kesehatan, angka stunting kita masih tinggi. Maka mari ke depan kita sama-sama berkolaborasi agar angka stunting bisa turun.

 Fenomena stunting itu bukan hanya karena ekonomi yang tidak mampu. Tetapi karena kami melihat banyak ibu-ibu di Klaten yang bekerja di industri atau pabrik. Sehingga kemudian menitipkan anaknya," paparnya, Rabu (16/4/2025).


"Terus mungkin anaknya minta apa saja terus dituruti, akhirnya gizinya tidak terpenuhi. Tapi mungkin masalahnya tidak di situ saja, bisa ditarik sejak hamil," lanjutnya.


Oleh karena itu, Hamenang berharap ke depan ada program-program yang disinergiskan bersama untuk mengatasi angka stunting tersebut. 


Lebih lanjut, Hamenang mengatakan bahwa tenaga medis dan Dinas Kesehatan adalah garda terdepan dalam rangka melayani masyarakat Kabupaten Klaten di bidang kesehatan.

Pihaknya pun mengapresiasi kinerja dan pengabdian para tenaga medis dan kesehatan di Kota Bersinar.


"Terima kasih atas pengabdiannya karena dengan letak geografis Klaten yang berada di antara Yogyakarta, Surakarta, Gunungkidul, Bantul, dan Boyolali, dengan 26 kecamatan, 401 desa kelurahan, serta 1,3 juta penduduk. Sehingga dalam bidang kesehatan tentu memerlukan pelayanan yang prima serta ekstra," paparnya.


Belum lagi, Kabupaten Klaten berada di zona rawan bencana, baik Gunung Merapi maupun aliran Sungai Bengawan Solo. Maka dari itu dibutuhkan perlakuan dan kesiapsiagaan ekstra dari para tenaga medis. 


"Maka saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan yang selalu bekerja sama dengan sektor lainnya," tandasnya. (drm)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved