CFD Klaten Kembali Digelar Usai Libur Beberapa Pekan, Pemkab Siapkan Konsep Baru

Meski baru kembali digelar, namun kegiatan CFD Klaten masih menyita antusias warga Kabupaten Klaten.

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Dewi Rukmini
KEMBALI DIGELAR - Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Mayor Kusmanto, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (13/4/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali menggulirkan kegiatan Car Free Day (CFD) Klaten di Jalan Mayor Kusmanto pada Minggu (13/4/2025) pagi.

Sebelumnya, CFD Klaten libur selama beberapa pekan sejak Bulan Ramadan hingga Lebaran 2025. 

Meski baru kembali digelar, namun kegiatan CFD Klaten masih menyita antusias warga Kabupaten Klaten.

Hal itu terbukti di sepanjang Jalan Mayor Kusmanto, mulai dari Simpang Empat Tugu Punokawan hingga Simpang Lima Bramen tampak ramai dipenuhi pejalan kaki dan para pedagang kaki lima (PKL). 

Ratusan hingga ribuan warga terlihat antusias berkeliling di sepanjang area CFD Klaten.

Ada yang sekadar jalan-jalan, berolahraga, bersepeda, hingga mampir ke stand PKL untuk berbelanja. 

Meski cuaca pagi itu cukup mendung, akan tetapi tidak menyurutkan niat warga Klaten menikmati momen CFD di Jalan Mayor Kusmanto. 

Gelaran CFD Klaten di Jalan Mayor Kusmanto itu digulirkan setiap Minggu pagi mulai pukul 05.00-09.00 WIB.

Begitu waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klaten langsung membuka kembali Jalan Mayor Kusmanto untuk kendaraan umum.

Para pedagang dan warga pun mulai meninggalkan kawasan CFD Klaten. 

Terkait kegiatan CFD Klaten di Jalan Mayor Kusmanto itu, sebelumnya Pemkab Klaten berencana melakukan pemindahan lokasi ke Jalan Kopral Sayom, Klaten Utara.

Namun, rencana tersebut hingga kini belum jadi direalisasikan karena masih dalam pengkajian ulang. 

Baca juga: Sebanyak 74.596 Penumpang KA Datang dan Berangkat dari Stasiun Klaten

Kendati demikian, Pemkab Klaten mengaku tengah menyiapkan konsep baru untuk gelaran bebas kendaraan bermotor itu.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyebut gelaran CFD juga akan digelar di tempat baru dengan pola 2 Minggu di Jalan Mayor Kusmanto dan 2 Minggu di tempat baru. 

"Untuk CFD pertama setelah Lebaran masih digelar di Jalan Mayor Kusmanto. Tapi mungkin ke depan akan ada surprise baru, kami akan buat pola baru 2 Minggu di sana (Jalan Mayor Kusmanto) dan 2 Minggu di tempat baru," katanya. 

"Tetapi tempat barunya masih kami rahasiakan karena masih dikaji dulu. Kalau sudah oke, baru akan kami gelar 2 Minggu di sana dan 2 Minggu di tempat baru," tambah Hamenang. 

Pihaknya mengaku akan menyampaikan lokasi CFD baru apabila semua persiapan sudah matang.

Hal itu untuk mengantisipasi agar tidak terjadi pengkaplingan lahan dengan aksi coret-coret aspal, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. 

"Ya nanti kami juga akan melakukan diskusi, karena orang Jawa kan kalau ada masalah yang penting dirembug (didiskusikan). Nanti ke depan kami akan mendorong Dishub, dinas terkait, dan kawan-kawan PKL untuk duduk bersama mendiskusikan hal itu serta mencari solusi terbaik," jelas dia. 

Lebih lanjut, Hamenang memaparkan bahwa esensi gelaran CFD Klaten itu bukan seperti pasar tiban.

Tetapi pemerintah menyediakan space jalan utama yang dibebaskan dari polusi udara akibat hiruk pikuk lalu lintas kendaraan bermotor.

Lalu di area tersebut masyarakat diharapkan bisa berkegiatan olahraga semisal jalan sehat, jogging, maupun bersepedaan. 

"Bahwasannya kemudian ada pasar tiban ya monggo (silahkan). Tapi kembalikan ruang sesuai semangatnya yakni untuk mengurangi polusi dan memberi tempat bagi masyarakat agar berolahraga," paparnya. 

Adapun, konsep pergantian lokasi tiap 2 Minggu itu diambil agar menjadi penyegaran untuk kegiatan CFD di Kabupaten Klaten.

Selain itu, agar gelaran CFD bisa lebih merata, begitu juga pelaku UMKM yang terlibat. 

"Tujuan utamanya untuk mengurangi tingkat kemacetan di Jalan Mayor Kusmanto karena sudah jadi jalur utama menuju Gerbang Tol Jogja-Solo di Kecamatan Ngawen, terutama bagi kendaraan dari arah Yogyakarta," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved