Lebaran 2025
Berkah Lebaran, Warga Gunungkidul Raup Cuan dengan Berjualan Kulit Ketupat
Dia mengatakan sudah dua hari ini berjualan kulit ketupat dan dalam seharinya bisa menjual hingga 500 kulit ketupat.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Momen perayaan Idulfitri dimanfaatkan sejumlah warga di Gunungkidul untuk mengais rezeki dengan berjualan kulit ketupat. Mereka menggelar lapak di pinggir Jalan Kolonel Sugiyono, Purbosari, Kapanewon Wonosari, pada Minggu (30/3/2025).
Sambil menunggu pembeli, penjual ketupat musiman ini tampak sibuk menganyam daun kelapa mulai dari ukuran kecil, sedang, hingga besar.
Satu di antaranya, Sumiyem (57), yang sehari-harinya menjadi seorang ibu rumah tangga ini mengaku sengaja menjual kulit ketupat untuk mencari tambahan penghasilan.
"Setiap tahun menjelang lebaran saya berjualan kulit ketupat, itu mulai H-2 dan H-1 lebaran. Lumayan hasilnya untuk tambahan membeli keperluan lain," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Dia mengatakan sudah dua hari ini berjualan kulit ketupat dan dalam seharinya bisa menjual hingga 500 kulit ketupat.
"Dari kemarin jualannya, dari pagi sampai sore itu laku 500 kulit ketupat. Harganya berbeda tergantung ukuran, untuk ukuran kecil per ikat dihargai Rp10 ribu. Sedangkan, yang ukuran sedang Rp15 ribu per ikat dan ukuran besar Rp20 ribu per ikat," tuturnya.
Sumiyem mengatakan untuk berjualan kulit ketupat dirinya turut dibantu anak dan menantunya. Mulai mencari janur kelapa hingga menganyam janur terserah.
"Jadi, bagi-bagi tugas, anak saya yang manjat untuk ambil Janurnya itu carinya di daerah Ponjong sana. Sedangkan, saya dan menantu yang membuat ketupatnya, biasanya salam sehari bisa buat hingga 600 kulit ketupat," paparnya.
Hal serupa juga dilakukan, Wahyu Iskandar (42), dirinya yang bekerja sebagai tukang ojek online ini mengaku sengaja berjualan kulit ketupat di tengah waktu senggangnya.
"Kalau mendekat lebaran seperti ini biasanya orderan dari ojek online sudah sepi, makanya setiap tahun saya beralih jualan kulit ketupat lebaran ," tuturnya.
Ia mengatakan hasil dari penjualan kulit ketupat digunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga.
"Alhamdulillah, dari kemarin jualan sudah laku hampir 700 kulit ketupat, harganya mulai dari Rp10 ribu sampai Rp25 ribu," ujarnya.
Meskipun begitu, dia mengaku, penjualan tahun ini menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, dalam satu hari bisa menjual hingga 1000 kulit ketupat.
"Memang tahun ini lebih sepi yang beli. Tapi, ya tetap disyukuri karena setidaknya masih ada yang laku terjual," tandasnya (ndg)
| Libur Lebaran 2025, Jumlah Wisatawan Pantai Glagah-Congot Kulon Progo Menurun |
|
|---|
| Stasiun Yogyakarta Jadi Simpul Transportasi Terpadu saat Arus Balik Lebaran |
|
|---|
| Libur Lebaran: Puluhan Ribu Kendaraan ke Malioboro, Polisi Berlakukan Buka Tutup Arus di Kleringan |
|
|---|
| Laris Manis, Pelancong Buru Aneka Souvenir hingga Daster Batik di Teras Malioboro |
|
|---|
| Susah Cari Parkir di Malioboro? Ke GOR Amongrogo Saja, Lanjut Shuttle Seharga Rp 8.000 per Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Berkah-Lebaran-Warga-Gunungkidul-Raup-Cuan-dengan-Berjualan-Kulit-Ketupat.jpg)