Ramadan 2025

Bagaimana Hukum Orang yang Pingsan saat Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya

Seseorang cenderung kehilangan akal ketika pingsan, sedangkan salah satu perkara yang membatalkan puasa adalah hilangnya akal.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Pinterest.com
Ilustrasi Pingsan 

TRIBUNJOGJA.COM - Berikut ini hukum puasa bagi seseorang yang pingsan ketika pasa Ramadan.

Seseorang cenderung kehilangan akal ketika pingsan, sedangkan salah satu perkara yang membatalkan puasa adalah hilangnya akal.

Hal ini menjadi sumber pertanyaan, bagaimana hukum puasa jika pingsan saat puasa?

Apakah harus mengulang puasa atau dapat melanjutkan puasanya kembali?

Berikut ini dijelaskan bagaimana hukumnya jika pingsan saat puasa Ramadan.

Menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa jika seseorang telah berniat berpuasa Ramadan esok hari dan ternyata pingsan dari mulai terbit fajar hingga masuk waktu maghrib maka hukum puasanya adalah batal dan harus diganti di lain waktu Ramadan.

Pengecualian kepada seseorang yang pingsan di siang hari selama beberapa jam dan sebagian siangnya ia telah sadar, maka hukum puasanya tetap sah dan boleh dilanjutkan.

Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh As-Sunnah.

Dalam kitab Fiqh As-Sunnah bagian pembahasan Shiyam (puasa), beliau menjelaskan bahwa hukumnya batal puasa seseorang jika dirinya pingsan sepanjang hari (dari mulai terbit fajar sampai masuk waktu maghrib).

Hal ini dikarenakan dalam waktu sepanjang hari berpuasa dirinya tidak berada dalam kondisi sadar, sedangkan salah satu syarat sahnya puasa adalah kesadaran akal.

Sebaliknya, jika ia pingsan dalam kurun waktu beberapa jam (sebagian waktu) sehingga masih ada waktu yang cukup berpuasa dalam keadaan sadar maka hukum puasanya tetap sah.

Jadi, kesimpulannya adalah hukum pingsan saat puasa Ramadan bila hanya beberapa waktu maka puasanya tetap sah dan boleh dilanjutkan.

Namun, apabila pingsan dari mulai terbit fajar hingga masuk waktu maghrib atau sepanjang hari, maka hukum puasanya batal dan wajib mengganti puasa (qadha).

Itulah penjelasan terkait hukum pingsan saat puasa Ramadan. ( MG Kofifah Tiara Pramuditha )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved