Rangkuman Pengetahuan Umum

Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 12 Bab 4

Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana menjadi generasi yang solutif untuk mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
kemendikbud
Pendidikan Pancasila Kelas 12 

Tantangan Krusial Lainnya:

  • Distorsi pemahaman Pancasila.
  • Eksklusi sosial.
  • Melemahnya keteladanan Pancasila.
  • Melemahnya institusionalisasi Pancasila.
  • Tantangan keadilan sosial.


Terdapat tiga isu yang saling berkaitan sebagai tantangan implementasi ideologi Pancasila:

  • Kemiskinan-eksklusi sosial-underclass.
  • Modernisasi ekologik.
  • Investasi di daerah perdesaan yang merusak lingkungan.

 

Evaluasi Program:

  • Evaluasi pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MPd) oleh
  • Studi Perdesaan Universitas Gajah Mada (2013) menunjukkan kondisi eksklusi sosial yang tidak sama di setiap desa.
  • Evaluasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial (2013) menekankan perlunya intervensi berbasis inovasi pertanian dan modernisasi ekologik untuk pengentasan kemiskinan.
  • Evaluasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Dalam Negeri menyoroti investasi di perdesaan yang merusak lingkungan dan memperbesar eksklusi sosial. 
  • Investasi yang merusak lingkungan dapat memperbesar eksklusi sosial dan pemiskinan (Robert M.Z. Lawang).

Menurut Agus Machfud Fauzi, eksklusi sosial adalah tindakan masyarakat yang menyingkirkan individu atau komunitas dari sistem yang berlaku, menyebabkan ketidakberdayaan.

Indonesia harus berkomitmen kuat pada Pancasila sebagai ideologi, pandangan dunia, dan dasar negara.

Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui pembangunan konkret di berbagai bidang:

  • Mental-spiritual dan SDM
  • Ekonomi, pendidikan, kesehatan
  • Pengelolaan SDA dan lingkungan hidup
  • Pertahanan dan keamanan
  • Penegakan hukum dan HAM
  • Produksi
  • Perhubungan dan distribusi
  • Penegakan hukum dan HAM adalah komitmen penting untuk menghadapi tantangan bangsa.

Pendidikan karakter tentang nilai-nilai Pancasila, khususnya perikemanusiaan, penting untuk mendidik warga negara muda.

Pada kursus Pancasila 5 Juli 1958, Soekarno menekankan bahwa perikemanusiaan sudah ada sejak dulu.

Rasa perikemanusiaan adalah hasil pertumbuhan rohani dan kebudayaan.

Soekarno menegaskan pentingnya menumbuhkan dan memperkuat rasa perikemanusiaan.

Simpati adalah salah satu wujud rasa kemanusiaan.

Diperlukan kesadaran diri dan imajinasi untuk menumbuhkan empati.

Martha Nussbaum berpendapat bahwa simpati membuat seseorang mampu memposisikan diri dalam situasi orang lain.

Simpati menumbuhkan kesadaran untuk memperlakukan orang lain sebagai sesama manusia, bukan objek.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved