Serie A
AC MILAN: Buntut Panjang Kartu Merah Theo Hernandez
Theo Hernandez mengalami malam yang buruk ketika AC Milan ditahan imbang Feyenoord 1-1 di Liga Champions di San Siro, Rabu
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Theo Hernandez mengalami malam yang buruk ketika AC Milan ditahan imbang Feyenoord 1-1 di Liga Champions di San Siro, Rabu.
Itu karena ia diusir keluar lapangan tak lama setelah dimulainya babak kedua karena menerima kartu kuning kedua.
Tak pelak lagi, itu bisa saja berdampak buruk pada sisa kariernya di Rossoneri.
AC Milan tersingkir dari Liga Champions di babak play-off setelah bermain imbang 1-1 dengan Feyenoord di San Siro pada Selasa malam, yang memastikan kekalahan agregat 2-1.
Mantan striker Feyenoord Santiago Gimenez membuka skor untuk Rossoneri dalam menit pertama.
Namun, Rossoneri menghadapi perjuangan berat setelah Hernandez dikeluarkan lima menit setelah babak kedua dimulai.
Pemain Prancis itu telah mendapat kartu kuning pada babak pertama karena menarik baju Anis Hadj-Moussa secara agresif.
Kemudian, bek kiri timnas Prancis itu menerima kartu kuning kedua karena dianggap wasit diving di dalam kotak penalti lawan.
Buntut kartu merah Theo
Kartu merah malam itu menjadi penyebab utama kesulitan AC Milan mempertahankan keunggulan 1-0 dari Feyenoord.
Dengan hasl imbang itu, Rossoneri tersingkir dari Liga Champions.
Imbasnya, AC Milan kehilangan hadiah uang sebesar €11 juta jika saja lolos ke Babak 16 Besar, Liga Chamions.
Dan kini, tim Sergio Conceicao juga maih menghadapi perjuangan berat untuk mendapatkan tempat di kompetisi Eropa musim depan.
AC Milan kemungkinan harus finis di posisi empat besar di Liga Italia Serie A untuk lolos ke Liga Champions.
Itu karena harapan Italia untuk mengamankan tiket kelima di musim depan terdampak setelah kekalahan Rossoneri dan tersingkirnya Atalanta.
Kegagalan itu juga bukan merupakan berita baik bagi Theo Hernandez secara individu.
Pasalnya, klub telah memutuskan untuk mendendanya, menurut laporan dari La Gazzetta dello Sport.
Tindakannya telah dicap sebagai pengkhianatan oleh banyak media di Italia, termasuk media olahraga tersebut.
Selain itu, pemain berusia 27 tahun tersebut juga memiliki situasi kontrak yang agak rumit.
Kontraknya saat ini akan berakhir pada akhir musim 2025-26, yang berarti ia akan memasuki tahun terakhir kontraknya pada musim panas.
Pertanyaan telah muncul mengenai pembaruan kontrak sebelum laga melawan Feyenoord., mengingat kontrak baru tidak akan murah.
Terlebih, ada fakta bahwa ia telah berada dalam performa yang buruk selama sebagian besar musim 2024-25.
Setelah pengambilan keputusan yang buruk saat melawan Feyenoord, Theo Hernandez harus melakukan banyak hal untuk meyakinkan jika ia ingin membangkitkan kembali kariernya di AC Milan.
Theo tidak senonoh
Sebelumnya, mantan direktur AC Milan Zvonimir Boban mengecam Theo Hernandez setelah kartu merah di play-off Liga Champions melawan Feyenoord di San Siro, Kamis.
Bek kiri timnas Prancis tersebut sebelumnya telah mendapat kartu kuning karena pelanggaran konyol di lini tengah, dan malah mendapatkan yang kedua.
Ia kemudian berlari ke kotak penalti setelah memberikan umpan kepada Rafael Leao, tetapi terjatuh tanpa kontak dengan Givairo Read, dan menerima kartu kuning kedua karena simulasi.
Hal itu terbukti mahal, karena Rossoneri tersingkir dari Liga Champions dengan agregat 2-1.
Boban, yang merupakan mantan pemain dan direktur AC Milan, adalah seorang pakar di studio Sky Sport Italia dan tentu saja tidak menahan diri.
“Theo Hernandez telah melakukan ini selama bertahun-tahun, saya terkejut karena belum ada yang memberitahunya atau mengoreksi perilakunya,” kata Boban.
“Kartu kuning kedua itu tidak masuk akal. Itu tidak senonoh dan tidak sportif. Anda tidak boleh melakukan itu, tidak ada alasan untuk itu.”
Ini bukan pertama kalinya pemain tim nasional Prancis itu dikritik atas sikapnya dan hal itu dapat memengaruhi negosiasi untuk memperpanjang kontraknya.
"Sejak awal musim, kami melihat Theo yang tidak ada hubungannya dengan pemain yang kami kenal. Dia hanya menganggur," lanjut Boban.
“Awalnya, dia tidak begitu bagus dalam bertahan, lalu dia banyak berkembang, tapi musim ini rasanya dia bahkan tidak berusaha sama sekali.
"Secara moral, ini adalah kesalahan serius. Mengapa melakukan simulasi itu? Dia seorang bek, dia bisa menyerang dengan kecepatan tinggi, memiliki fisik yang hebat, ayolah, jatuh seperti itu..."
Apa kata Conceicao?
Sergio Conceicao enggan menyalahkan Theo Hernandez setelah hasil imbagn 1-1 melawan Feyenoord di San Siro, Kamis.
Pelatih AC Milan juga menegaskan bahwa ia bertanggung jawab atas kegagalan timnya melaju ke Babak 16 Besar Liga Champions.
AC Milan harus membalikkan kekalahan 1-0 pada leg pertama di Rotterdam dengan penampilan gemilang di kandang.
Itu terlihat bagus saat Santiago Gimenez mencetak gol melawan mantan timnya kurang dari 60 detik setelah pertandingan dimulai.
Namun, Szymon Marciniak menghukum Theo Hernandez atas dugaan diving setelah jeda dengan kartu kuning kedua.
Sementara sang pelatih yakin keputusan wasit mengubah segalanya, ia menyesalkan bahwa timnya perlu lebih kuat secara mental dalam pertandingan yang mereka dominasi.
“ Ini jelas merupakan kegagalan; kami ingin mencapai babak 16 besar,” kata Conceiçao dalam konferensi pers pasca pertandingan.
“Pertandingan ini menunjukkan bahwa kami lebih kuat dari lawan dan momen-momen yang menentukan membuat perbedaan, seperti di Zagreb: kartu merah di sana, kartu merah hari ini.
"Anda bisa saja mengatakan wasit terlalu keras, tetapi kami harus lebih kuat secara mental.
“Saya yang bertanggung jawab, bukan Theo. Kita akan bahas di ruang ganti.
“Theo telah memberikan banyak hal untuk AC Milan, dan saya telah membuat banyak kesalahan dalam karier saya.
“Kami marah. Hingga kartu merah Theo, Feyenoord tidak tahu bagaimana mencapai tujuan kami. Kami kecewa dan marah.”
Ini adalah kekalahan ketiga Conceiçao dalam dua setengah bulan masa jabatannya di AC Milan.
Keluhan Conceicao
Namun, pelatih asal Portugal itu menyatakan atmosfer yang ia rasakan di AC Milan tidak membuat pekerjaannya lebih mudah.
“Saya tiba satu setengah bulan yang lalu, tetapi saya malah dibandingkan dengan pelatih yang sudah berada di sini selama bertahun-tahun,” imbuh Conceiçao.
"Kami belum bisa bekerja dengan seluruh skuad; kami berlatih hanya dengan beberapa pemain yang melakukan hal-hal berbeda.
“Kami memenangkan satu-satunya trofi yang bisa kami menangkan, kami berada di semifinal Coppa Italia, dan di liga, sejak saya tiba, kami telah memperoleh 14 poin sementara Napoli memiliki 15 poin. Ini tidak sempurna.
"Suasana di AC Milan tidak bagus, dan kartu merah membuktikannya, kami perlu memperbaiki ini. Percayalah, ini tidak mudah, ini tidak mudah.
"Sekali lagi, kami menunjukkan hari ini bahwa kami dapat menghindari kebobolan tembakan ke gawang sambil menciptakan peluang.
“Kemudian kartu merah Theo mengubah segalanya. Dan itu membuat kami benar-benar marah dan kecewa.
"Anda lebih tahu daripada saya bahwa kita perlu mengubah lingkungan. Saya tidak berbicara tentang para penggemar. Untuk mengubah lingkungan, kita harus menang.
"Sekarang kami akan menghadapi pertandingan berikutnya di Turin: kami harus memenangkan pertandingan itu, lalu pertandingan berikutnya, dan pertandingan berikutnya lagi. Dan fokus pada Coppa Italia."
| Inter Milan: Alessandro Bastoni Disarankan Menolak Tawaran Barcelona |
|
|---|
| AC Milan: Paulo Dybala Ingin Reuni dengan Max Allegri, tapi Transfernya Bergantung pada Rafael Leao |
|
|---|
| AC Milan: Babak Baru Transfer Robert Lewandowski |
|
|---|
| AC Milan: Syarat Transfer Rafael Leao ke Barcelona Menurut Fabrizio Romano |
|
|---|
| Hasil AC Milan 0-1 Napoli, Max Allegri Menyerah Berebut Scudetto dengan Inter Milan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Theo-Hernandez-dan-Rafael-Leao-setelah-mencetak-gol-di-Liga-Italia-Seri-A-AC-Milan-vs-Venezia.jpg)