Dampak Hujan Deras di Wilayah Bantul, Satu Unit Rumah Tertimpa Bangket Tebing Ambrol

Satu unit rumah di Seropan II, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, terkena bangket tebing rumah ambrol

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM/ Dok. BPBD Bantul
Satu unit rumah di Seropan II, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, terkena bangket ambol pada Minggu (5/1/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Satu unit rumah di Seropan II, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, terdampak bangket tebing rumah ambrol pada Minggu (5/1/2025) sekira pukul 06.00 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan, rumah yang terdampak tersebut milik Sudarisman dan dihuni oleh tiga orang.

"Terkait dampak kerusakan, sampai saat ini masih dalam proses assessment sementara dari FPRB setempat," tuturnya, kepada Tribunjogja.com.

Kendati demikian, dari laporan sementara, kerusakan tersebut mengenai beberapa bagian bangunan berupa beberapa atap dan dinding rumah.

"Sepertinya seperti itu. Karena bangket ambrol sehingga mengenai rumah yang ada di bawahnya," ucap Antoni.

Kondisi itu terjadi dikarenakan hujan deras yang berlangsung sejak beberapa waktu lalu dan masih berlangsung hingga saat ini.

"Maka, untuk proses pembersihan dan assessment lanjutan akan dilakukan seusai kondisi hujan reda," katanya.

Kini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan saat kondisi cuaca hujan deras berlangsung.

"Misalnya, masyarakat yang berada di dekat sungai, daerah rawan longsor, pohon tumbang, atau sebagainya, diharapkan tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan bila terjadi kondisi hujan deras dan lama," pinta dia.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari daerah tersebut dan mencari tempat yang aman. 

Apalagi saat terjadi hujan deras disertai petir/kilat dan angin kencang.

"Tapi, untuk saat ini belum ada laporan lainnya. Termasuk luapan air sungai juga belum ada," jelas Antoni.

Sambungnya, masyarakat diharapkan dapat selalu berkoordinasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) setempat, apabila terjadi hal-hal yang membahayakan.

"Masyarakat diimbau untuk selalu berkoordinasi dengan FPRB setempat serta selalu update info cuaca dari BMKG/BPBD setempat," tandasnya.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved