225 Ribu Wisatawan Kunjungi Kabupaten Magelang Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025
Kunjungan selama libur Nataru (mulai 20 Desember 2024 sampai 1 Januari 2025) kurang lebih ada 225 ribu wisatawan
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Magelang --- Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Magelang tercatat mencapai 225 ribu orang.
Daya Tarik Wisata (DTW) berbasis alam tetap menjadi pilihan favorit para wisatawan.
“Kunjungan selama libur Nataru (mulai 20 Desember 2024 sampai 1 Januari 2025) kurang lebih ada 225 ribu wisatawan,” kata Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Arif Rahman Hakim, Kamis (2/1/2025).
Di Kabupaten Magelang, terdapat sekitar 170 DTW dengan berbagai jenis.
Namun, selama masa libur Nataru, baru sekitar 35 DTW yang melaporkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Wisata alam seperti Ketep Pass, Negeri Kahyangan, Nepal Van Java, dan Gunung Telomoyo menjadi favorit. Selain itu, kolam renang air hangat di Tempuran juga mencatat jumlah pengunjung yang cukup banyak,” ujar Arif.
Arif menambahkan bahwa wisata alam di Magelang terus menjadi daya tarik utama, dengan lokasi-lokasi strategis yang menawarkan pemandangan indah dan pengalaman unik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Lebih lanjut, musim penghujan tidak menyurutkan antusiasme wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata alam di Magelang saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan dan pendapatan, meski cuaca tidak selalu mendukung.
Kabag Pemasaran dan Promosi Ketep Pass, Edward Alfian, mengungkapkan bahwa hingga akhir November 2024, Ketep Pass berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 4,1 miliar dari total 230 ribu pengunjung, melampaui target awal sebesar Rp 3,1 miliar dari 200 ribu pengunjung.
"Pada bulan Desember, kami memproyeksikan tambahan 25 ribu pengunjung, sehingga total kunjungan bisa mencapai 250 ribu," jelasnya, Kamis (2/1/2024).
Musim liburan Natal dan Tahun Baru juga mencatat lonjakan signifikan.
Sejak 20 Desember 2024 hingga tahun baru, jumlah pengunjung mencapai sekitar 20 ribu, dengan puncaknya pada 1 Januari 2025 sebanyak 3.000 orang meski hujan sempat mengguyur kawasan tersebut menjelang malam pergantian tahun.

"Hujan justru menambah suasana syahdu, membuat jagung bakar dan tempe mendoan semakin dinikmati," tambahnya.
Situasi serupa dialami oleh pengelola Negeri Khayangan yang lokasinya berada di lereng Gunung Merbabu.
Supri, pengelola destinasi tersebut, melaporkan kunjungan sebesar 300 ribu orang sepanjang 2024.
Liburan Nataru menjadi momen penting dengan rata-rata kunjungan harian 1.500 orang dan puncak 3.000 pengunjung pada 1 Januari.
Untuk meningkatkan daya tarik, Negeri Khayangan telah menyatukan tarif tiket menjadi Rp 25 ribu pada akhir pekan, mencakup seluruh fasilitas, termasuk spot baru Kahyangan Sky Bridge.
Namun, tantangan tetap ada. Situasi politik dan penurunan ekonomi pada 2024 sedikit menghambat pencapaian target.
Kendati demikian, optimisme tetap tinggi, terutama dengan potensi peningkatan kunjungan di tahun mendatang.
"Harapan kita 2025 dengan kita memperbaiki dan memperlengkap fasilitas mungkin ekonomi masyarakat juga bagus harapannya 2025 bisa meningkat, paling tidak 400-500 ribu
pengunjung," ungkapnya. (Tribunjogja.com/tro)
Kades Selomirah Ngablak Magelang Selewengkan Dana Desa Sebagian Buat Judol |
![]() |
---|
Besok Ada Karnaval Budaya Muntilan di Magelang, Ini Rekayasa Lalin yang Disiapkan |
![]() |
---|
Kolaborasi AQUA–InJourney Dukung Pariwisata Sehat dan Berkelanjutan di Kawasan Candi |
![]() |
---|
Cara Pemkot Magelang Perkuat Sinergi dengan Parpol dan Ormas |
![]() |
---|
Akhir Kasus Dokter Hewan di Magelang Buka Praktik Suntik Pengobatan Manusia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.