Ketua Dewan Profesor UNS Dorong Untidar Jadi Pusat Riset Singkong di Indonesia
Prof Suranto menyampaikan dukungannya agar Universitas Tidar (Untidar) menjadi pusat riset cassava atau singkong di Indonesia.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Ketua Dewan Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Suranto menyampaikan dukungannya agar Universitas Tidar (Untidar Magelang) menjadi pusat riset cassava atau singkong di Indonesia.
“Ada yang menyebutnya ubi kayu, singkong, ketela pohon, pohong, telo jendral, namun secara umum bisa kita sebut cassava. Tanaman ini tumbuh subur di Magelang bahkan merupakan bahan makanan khas yaitu gethuk. Harapannya Untidar bisa jadi pusat pengembangan dan riset cassava ke depannya,” ungkap Prof Suranto dalam kegiatan kunjungan Dewan Profesor UNS ke Untidar, Selasa (26/11/2024).
Ia menambahkan, meskipun cassava sering dianggap sebagai tanaman biasa dalam kehidupan sehari-hari, potensi tanaman ini sebagai bahan pangan pokok sangat besar.
“Kami Dewan Profesor UNS siap mendukung Untidar menjadi Center of Cassava Research dengan berbagai kegiatan bersama. Salah satu yang bisa diteliti yaitu bagaimana membuat tanaman ini tahan dari berbagai macam virus,” tambahnya.
Rektor Untidar, Prof Sugiyarto menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk menyusun program penelitian bersama.
“Untidar sebenarnya sudah memulai penelitian bahkan mempunyai kebun singkong di Bandongan Teaching Farm. Ide penelitian bersama strategis ini bisa segera dilaksanakan khususnya dari Untidar oleh Fakultas Pertanian,” katanya.
Penelitian tersebut diharapkan dapat menjajaki pengembangan biodiversitas cassava melalui berbagai pendekatan, termasuk elektroforesis protein atau molekuler.
“Walaupun hanya kunjungan yang sebentar, tetapi bisa menghasilkan ide-ide kerja sama antara Untidar dengan UNS ke depannya,” lanjut Sugiyarto.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof Parmin memaparkan profil Untidar kepada 19 profesor dan 5 tim pendamping dari UNS.
Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yaitu Gedung H R Suparsono di Kampus Tuguran untuk sesi sharing session, dan di Laboratorium Terpadu di Kampus Sidotopo.
Rombongan Dewan Profesor UNS juga berkesempatan mengunjungi laboratorium pengolahan kopi, cokelat, daging, dan susu di Lab Terpadu Untidar.
Selain mendapatkan penjelasan mengenai alat-alat laboratorium dan proses pengolahan, mereka turut mencicipi kopi, gethuk, serta es krim buatan Untidar, bahkan membeli produk-produk tersebut sebagai oleh-oleh. (tro)
| Kisah Samsudin dan Tukul, Pasutri di Bantul yang Masih Eksis Produksi Tape Singkong Sejak 1980 |
|
|---|
| Cara Bersahaja Warga Sambeng Magelang Tolak Proyek Tambang Tanah Uruk Tol |
|
|---|
| Pemkab Bantul Kembangkan Budidaya Ketela Singkong untuk Ekonomi Masyarakat |
|
|---|
| Program Mahasiswa Berdampak 2026: Untidar Magelang Kirim 100 Mahasiswa ke Sumbar |
|
|---|
| Tim KKN Untidar Latih Ibu-ibu PKK di Desa Tempursari Magelang Buat Lilin Aroma Terapi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ketua-Dewan-Profesor-UNS-Dorong-Untidar-Jadi-Pusat-Riset-Singkong-di-Indonesia.jpg)