Pemdes Karanganom Panen Melon Hasil Program Ketahanan Pangan 

Pemerintah Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, melakukan panen melon pada Selasa

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/IST
Suasana panen raya melon untuk program ketahanan pangan di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Selasa (12/11/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini


TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, melakukan panen melon pada Selasa (12/11/2024).

 Panen melon tersebut merupakan implementasi dari program ketahanan pangan Desa Karanganom mendukung program Presiden Prabowo Subianto.


Melon jenis new ceria dan kujang itu ditanam di lahan tanah kas Desa Karanganom seluas 0,2 hektare. Lokasi lahannya berada di seberang Mapolres Klaten


Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Klaten Utara, Setiyanto, mengatakan jumlah pohon melon yang ditanam di lahan tersebut ada sebanyak 3.500 batang. Diperkirakan, hasil panen melon bisa mencapai 4-5 ton. 


"Total ada 0,2 hektare atau 2.000 meter persegi lahan yang ditanami melon. Tapi mungkin, panen hari ini separuh lahan dulu karena tenaga pemanen cuma tiga orang. Jadi yang dipanen dulu sekitar 1.000 meter itu bisa 2-2,5 ton melon, sisanya dilanjut besok," ucap Setiyanto kepada Tribunjogja.com, Selasa (12/11/2024). 


Setiyanto menjelaskan, tanah kas Desa Karanganom itu merupakan lahan demplot yang bertujuan untuk proses transfer informasi terkait ketahanan pangan serta trknologi budidaya tanaman melon. 


Proses budidaya tanaman melon itu dikatakan sudah berlangsung sejak Agustus 2024 dengan diawali pengolahan dan persiapan lahan. Kemudian, proses tanam benih dimulai 13 September 2024 dan kini pada November 2024 sudah bisa dipanen. 


"Kemarin proses tanam dan pengerjaannya berkolaborasi dengan warga dan petani sekitar. Sehingga, saat panen ini sebagian hasilnya dibagikan kepada warga agar bisa mencicipi. Sementara sisanya akan dijual dan sudah ada penadah yang mau membeli melon itu," ujarnya.


Melon yang mempunyai rasa manis dan renyah itu dijual dengan harga cukup ramah di kantong, yakni Rp7.000 per kg. Lebih lanjut, Setiyanto menuturkan Budidaya tanaman melon tersebut menggunakan anggaran dana Desa Karanganom sekitar Rp35 juta. Diharapkan kegiatan itu bisa menjadi percontohan desa-desa agar menerapkan program ketahanan pangan. Salah satunya mendukung program makan siang gratis pemerintah lewat sumber buah. 


"Kecamatan juga ikut mensugestikan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Di samping itu petani-petani di sekitar juga bisa berbudidaya tanaman buah-buahan semusim, semisal melon dan semangka. Ke depan lahan tersebut akan coba kami manfaatkan untuk beralih ke tanaman kacang panjang, tomat, atau komoditas lain," paparnya.
 
Seorang warga Klaten, Titik Ratna (45) terlihat membeli melon di lokasi panen Desa Karanganom siang itu. Titik memgaku sedang lewat dan melihat ada petani yang sedang panen melon, sehingga ia pun tergoda ingin beli. 


"Tadi kebetulan lewat terus lihat ada yang panen, jadi saya coba beli. Tadi beli 6 kg, harga per kilonya Rp7 ribu. Harganya cukup murah dan kebetulan anak saya juga suka melon," katanya. 


Saat mengetahui melon tersebut sebagai hasil panen program ketahanan pangan Desa Karanganom, Titik mengaku sangat mendukung program tersebut. Mengingat situasi ekonomi saat ini tidak menentu, sehingga perlu adanya swasembada pangan. 


"Saya secara pribadi sangat mendukung program ketahanan pangan karena ith sangat membantu rakyat. Intinya swasembada pangan itu memang dibutuhkan, karena manusia itu yang dibutuhkan pertama makan dulu. Kalau makanan udah tercukupi maka Insya Allah ke depan bisa melakukan hal apapun," tandasnya. (drm)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved