Rahasia Hari Jumat: Mengapa Zikir dan Doa Begitu Istimewa

Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa hari Jumat merupakan hari yang paling baik untuk berzikir dan berdoa, serta berselawat kepada Rasulullah Saw. 

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Freepik: Zikir
Ilustrasi Berzikir 

TRIBUNJOGJA.COM – Hari Jumat merupakan hari yang begitu istimewa. 

Sebagaimana menurut syariat Islam dan beberapa ulama terkhusus para ahli hadis seperti al-Bukhari, Muslim, dan lainnya menyebutkan uraian khusus terkait keistimewaan hari Jumat.

Pada contohnya, Ibnul Qayyim al Jauzi menuliskan bab khusus Petunjuk Rasulullah Tentang Memuliakan Hari Jumat

Lebih lanjut, Ibnul Qayyim menjelaskan, “Di antara petunjuk Rasulullah Saw ialah mengagungkan dan memuliakan hari Jumat serta mengkhususkannya dengan berbagai ibadah yang tidak dilakukan pada hari-hari lain.”

Zikir.3
Ilustrasi Berzikir

Ibnul Qayyim berusaha menjelaskan keistimewaan hari Jumat dengan memaparkan keterangan-keterangan yang ditulis oleh para ulama dari berbagai sumber, mulai dari para ulama hadis sampai para ahli sejarah. 

Seperti contohnya dari sumber al-Baihaki, al-Hakim, al-Tabrani, dan juga mengutip beberapa dari kitab-kitab al-Syafi’i. 

Disamping itu, Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa hari Jumat merupakan hari yang paling baik untuk berzikir dan berdoa, serta berselawat kepada Rasulullah Saw. 

Dalam hal ini, Rasulullah bersabda, “Hari paling utama bagi kalian adalah hari Jumat; pada hari itu Adam diciptakan dan wafat, pada hari Jumat pula kiamat tiba dan hari kebangkitan, perbanyaklah membaca selawat kepadaku di hari Jumat; karena selawat kalian akan sampai kepadaku.”

Hadis di atas sanad sahih dan ditulis dalam berbagai kitab hadis, antara lain Imam Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Abu Dawud, Al Nasai, Ibnu Majah, Al Darimi, Al Tabrani dalam Al Kabir, Al Hakim, Al Baihaki, dan Ibnu Humaizah. 

Baca juga: Salat sebagai Pilar Utama Islam dan Bagian dari Zikir

Adapun dalam sebuah hadis lain, Rasulullah Saw bersabda, 

"يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ فِيْهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ.

Artinya: “Hari Jumat itu dua belas jam. Tidak ada seorang msulim pun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ashar.” 

Selain itu, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 41

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”

Ayat ini menjadi pengingat untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan. 

Kita sebagai manusia juga membutuhkan zikir untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Ketika hati kita dipenuhi dengan zikir, maka akan tercipta ketenangan dan kedamaian yang tak terhingga. 

Semakin sering kita berzikir, semakin kuat pula iman kita kepada Allah.

Iman yang kuat menjadi landasan bagi kita untuk menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. 

 

Di sisi lain, memilih hari Jumat untuk melakukan zikir dan doa secara perorangan maupun berjamaah hukumnya sunnah. 

Meskipun hari Jumat merupakan hari yang diistimewakan oleh Allah Swt bagi Nabi Muhammad beserta seluruh umatnya.

Di antara zikir dan doa yang dianjurkan pada hari Jumat ialah berselawat kepada Rasulullah Saw. ( MG Maryam Andalib )

Baca juga: Amalan Doa dan Zikir Berpahala Besar dan Pengampun Dosa yang Dilakukan Setelah Salat Subuh

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved