Penjelasan Lengkap Materi Biologi Kelas 12 BAB 3: Evolusi

Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari rangkuman menarik tentang mata pelajaran Biologi BAB 3 kelas 12 SMA, dengan tema Evolusi

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
buku paket biologi kelas 12
Berikut penjelasan lengkap materi Biologi BAB 3 Kelas 12 SMA: Evolusi 

TRIBUNJOGJA.COM-Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari rangkuman menarik tentang mata pelajaran Biologi BAB 3 kelas 12 SMA, dengan tema Evolusi

Berdasarkan buku Biologi yang ditulis oleh : Shilviani Dewi, dkk.

Yang mana siswa diharapakan mampu menjelaskan berbagai teori terkait asal-usul makhluk hidup, menjelaskan mekanisme terjadinya evolusi disertai dengan bukti-bukti adanya evolusi.

Menghubungkan prinsip adaptasi dan seleksi alam dengan mekanisme evolusi, menganalisis prinsip genetic drift dan gene flow dengan mekanisme evolusi. 

Membuktikan perubahan frekuensi gen melalui hukum Hardy Weinberg.

Berikut penjelasan lengkap materi Biologi BAB 3 Kelas 12 SMA: Evolusi

A.    Definisi Evolusi 

Evolusi adalah perubahan makhluk hidup yang terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Dalam biologi, evolusi bisa bersifat progresif, seperti perkembangan ukuran kuda dari seukuran kucing hingga sebesar kuda modern selama jutaan tahun.

Evolusi juga bisa bersifat regresif, di mana makhluk hidup mengalami penyederhanaan atau bahkan menuju kepunahan.

Contoh evolusi regresif adalah burung kasuari yang awalnya bisa terbang namun kini tidak bersayap, serta dinosaurus yang punah karena gagal beradaptasi.

B.     Perkembangan Teori Evolusi

1.      Teori Evolusi Pra-Darwin

Teori evolusi pra-Darwin merupakan rangkaian panjang pemikiran yang berkembang selama ribuan tahun.

Meskipun belum sesistematis teori Darwin, pemikiran-pemikiran ini membentuk fondasi penting bagi perkembangan teori evolusi modern.

Kontribusi para pemikir dari berbagai era dan wilayah menunjukkan bahwa konsep evolusi telah lama menjadi bagian dari upaya manusia memahami kehidupan di Bumi.

a.       Teori abiogenesis atau generatio spontanea

teori abiogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk tidak hidup atau kejadian makhluk hidup terjadi secara spontan (generatio spontanae).

Teori ini dikemukakan oleh Aristoteles (tahun 384 SM) dan didukung oleh beberapa filsuf lainnya, di antaranya berikut ini.

b.      Teori Biogenesis

Secara harfiah “bio” dapat diartikan hidup dan “genesis” berarti kejadian.

Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.

c.       Teori Evolusi Kimia

Menurut teori evolusi kimia, makhluk hidup berasal dari reaksi senyawa CH4 , NH3 , H2 , dan H2 O dengan bantuan energi sinar kosmik dan halilintar sehingga terakumulasi menjadi senyawa organik serupa asam amino. 

Teori tersebut dikemukakan oleh Harold Urey.  Kemudian, teori tersebut dibuktikan oleh Stanley Miller dalam percobaannya di laboratorium menggunakan alat yang diberi nama pesawat uratmosphare.

2.      Teori Evolusi Darwin

a.       Sejarah Perjalanan dan Pokok Pikiran Darwin

Teori evolusi Darwin berawal dari perjalanannya menggunakan kapal H.M.S.

Beagle pada tahun 1831 saat ia berusia 22 tahun.

Selama pelayaran, Darwin terkesan dengan keanekaragaman flora dan fauna di Amerika. Ia mengamati adaptasi tumbuhan dan hewan di berbagai wilayah, termasuk hutan Brazil, padang rumput Argentina, serta kepulauan Galapagos.

 Di Galapagos, Darwin menemukan berbagai jenis burung finch dengan variasi bentuk paruh yang menyesuaikan dengan jenis makanannya.

Observasi ini membantunya memahami mekanisme seleksi alam yang menjadi dasar teori evolusinya.

b.       Mekanisme Evolusi Darwin

Mekanisme evolusi Darwin, yang dikenal sebagai seleksi alam, terdiri dari beberapa proses utama:

1.      Variasi: Dalam setiap populasi makhluk hidup, terdapat variasi sifat atau karakteristik di antara individu-individunya, seperti perbedaan ukuran, warna, atau bentuk.

2.      Keturunan (Hereditas): Karakteristik atau sifat-sifat yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui gen.

3.      Adaptasi: Individu dengan sifat yang lebih sesuai dengan lingkungan mereka lebih mungkin untuk bertahan hidup, berkembang biak, dan mewariskan sifat-sifat tersebut ke keturunannya.

4.      Seleksi Alam: Lingkungan "memilih" individu-individu dengan sifat-sifat yang paling cocok untuk bertahan hidup. Mereka yang memiliki sifat-sifat tersebut akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan bereproduksi, sedangkan individu yang kurang cocok cenderung tersingkir.

5.      Spesiasi: Seiring waktu, perubahan kecil yang terakumulasi dapat menyebabkan munculnya spesies baru, terutama jika populasi tersebut terisolasi dan berkembang dalam kondisi lingkungan yang berbeda.

c.       Hukum Hardy Weinberg dan Mikroevolusi

Menurut Godfrey Harold Hardy (British) & Wilhelm Weinberg (Jerman) pada tahun 1908, frekuensi alel dan genotip tidak berubah dari generasi ke generasi atau bersifat tetap/konstan.

Kondisi ini dikenal dengan kesetimbangan Hardy Weinberg. Beberapa syarat terjadinya kesetimbangan ini antara lain: 

1) ukuran populasi sangat besar (tidak ada genetic drift). 

2) terisolasi dari populasi lain (tidak ada gene flow). 

3) tidak ada mutasi. Mutasi mungkin saja terjadi, akan tetapi dengan syarat bahwa frekuensi mutasi maju sama dengan frekuensi mutasi mundur.

Baca juga: Soal dan Jawaban Uji Kompetensi 1-10 Biologi Kelas 12 BAB 2: Genetik dan Pewarisan Sifat

d.       Hanyutan genetik (genetic drift)

Hanyutan genetik merupakan perubahan frekuensi alel secara tak terduga dari generasi ke generasi berikutnya, terutama di dalam populasi kecil. 

Hanyutan genetik menjadi faktor penyebab terjadinya mikroevolusi dalam suatu populasi.

e.       Aliran gen (gene flow) Aliran genetik merupakan peristiwa perpindahan alel (masuk atau keluar) dari populasi akibat pergerakan individu yang fertil. 

Aliran gen cenderung mengurangi perbedaan/variasi antarpopulasi. 

Aliran gen tersebut terjadi melalui penyerbukan dan migrasi (emigrasi & imigrasi).

f.        Bukti-bukti mekanisme evolusi Darwin

1.       Variasi individu dalam satu keturunan

2.       Fosil

3.       Homologi dan analogi organ tubuh

4.       Embriologi perbandingan

5.       Bukti molekul dan kemiripan DNA

3.      Teori Evolusi Pasca Darwin

a.       Teori evolusi sintesis

Teori evolusi sintesis adalah teori yang menggabungkan teori evolusi Darwin dengan ilmu genetika.

Teori ini menjelaskan bahwa mutasi pada tingkat genotip dapat memengaruhi fenotip, menciptakan variasi baru yang berbeda dari sifat induknya.

Teori ini didukung oleh sejumlah ahli genetika, seperti G. Ledyard Stebbins dan Theodisius Dobzhansky, ahli hewan Ernst Mayr, Julian Huxley, serta ahli paleontologi dan genetika matematis seperti George Gaylord Simpson, Glenn L., Ronald A. Fisher, dan Sewall Wright.

b.      Teori evolusi dalam krisis

Teori ini juga didukung oleh Harun Yahya yang menyanggah berbagai bukti dan mekanisme evolusi Darwin.

Beberapa aspek yang disanggah oleh Harun Yahya antara lain:

1)      Variasi spesies

2)      Homologi

3)      Kesamaan molekuler yang tidak sah

(MG Annisa Nur Khasanah) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved