Penjabaran Lengkap Materi Kimia BAB 2 Kelas 11: Ikatan Kimia
mempelajari rangkuman menarik tentang mata pelajaran Kimia BAB 2 kelas 11 SMA, dengan tema Ikatan Kimia
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM-Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari rangkuman menarik tentang mata pelajaran Kimia BAB 2 kelas 11 SMA, dengan tema Ikatan Kimia
Berdasarkan buku Kimia yang ditulis oleh : Munasprianto Ramli, dkk
Yang mana siswa diharapakan mampu membedakan proses pemben tukan ikatan ion dan kovalen, menjelaskan ikatan logam.
Menghubungkan jenis ikatan dengan sifat zat, memprediksi bentuk molekul dengan teori VSEPR dan menjelaskan hibridisasinya.
Memprediksi kepolaran zat, serta menentukan interaksi antarmolekulnya.
Berikut penjelasan lengkap materi Kimia BAB 2 Kelas 11 SMA: Ikatan Kimia
A. Dasar Ikatan Kimia
Ikatan kimia adalah gaya tarik-menarik yang menyatukan atom-atom sehingga membentuk molekul atau senyawa.
Atom-atom cenderung mencapai keadaan stabil dengan cara memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia (unsur golongan 18), yaitu dengan kulit terluar yang penuh.
Untuk mencapai kestabilan ini, atom-atom akan saling berinteraksi dan membentuk ikatan.
Kestabilan Atom
Kestabilan atom adalah kondisi di mana suatu atom berada dalam keadaan energi terendah dan paling stabil.
Atom-atom selalu berusaha mencapai keadaan stabil ini karena sifat alaminya untuk mencapai keseimbangan.
B. Ikatan Ion
Senyawa ion terbentuk karena adanya ikatan ion.
Ikatan ion dibentuk oleh atom dari unsur logam dan nonlogam.
Seperti halnya senyawa NaCl yang terdiri atas unsur natrium dan klorin.
Unsur natrium merupakan logam dan klorin merupakan nonlogam.
Pembentukannya dimulai dengan proses sublimasi logam natrium yang berwujud padat menjadi atom natrium yang berwujud gas.
C. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen adalah jenis ikatan kimia yang terbentuk ketika dua atau lebih atom non-logam saling berbagi pasangan elektron.
Bayangkan dua orang teman yang berbagi makanan.
Dalam kasus ikatan kovalen, atom-atom "berbagi" elektron untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil, seperti gas mulia.
Terdapat tiga jenis ikatan kovalen yaitu, Ikatan kovalen polar, ikatan kovalen nonpolar dan, Ikatan kovalen koordinasi.
Baca juga: Penjabaran Jawaban Ayo Cek Pemahaman Pilihan Ganda Kimia Kelas 11 BAB 1
D. Ikatan Logam
Unsur logam pada umumnya berada pada golongan transisi (golongan B), golongan alkali (IA), alkali tanah (IIA), serta beberapa unsur dari golongan IIIA dan IVA.
Logam umumnya berwujud padat, mengilat, dan tidak akan patah saat dibentuk.
Ikatan logam dapat terjadi antaratom logam yang sejenis dan berbeda jenis.
Contoh logam sejenis, yaitu logam emas 24 karat (terdiri atas atom Au) dan tembaga murni (terdiri atas atom Cu) untuk penghantar arus listrik.
Contoh logam dengan unsur logam yang berbeda adalah perunggu yang merupakan paduan timah (Sn) dan tembaga (Cu) serta kuningan berupa paduan tembaga (Cu) dan seng (Zn).
E. Bentuk Molekul
Bentuk molekul menggambarkan posisi atom yang terikat dalam satu molekul secara tiga dimensi.
Bentuk molekul juga bisa memperlihatkan sudut ikatan, orbital-orbital yang bersatu dalam membentuk ikatan, dan orbital pasangan elektron bebas yang tidak membentuk ikatan.
Bentuk molekul lebih mudah diprediksi dengan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi (valence shell electron pair repulsion, VSEPR) dan ikatan yang terbentuk dapat dijelaskan dengan teori hibridisasi.
F. Ikatan Antarmolekul
Ikatan antarmolekul terjadi karena gaya elektromagnetik yang terjadi antarmolekul.
Ikatan antarmolekul sangat lemah dibandingkan ikatan antaratom.
Ikatan yang lemah membuat ikatan antarmolekul lebih sering disebut dengan gaya antarmolekul.
Gaya antarmolekul terdiri atas ikatan hidrogen dan gaya van der Waals. (MG Annisa Nur Khasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kimia-BAB-2-3.jpg)