Pengamat Dorong PSSI Lakukan Protes Resmi Terkait Wasit Ahmed Al Kaf
Wasit Ahmed Al Kaf yang memimpin laga menjadi sorotan karena tak kunjung meniup peluit akhir babak kedua meski waktu tambahan sudah lewat 3 menit
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kemenangan di depan mata Timnas Indonesia atas Bahrain pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Kamis (10/10/2024) malam sirna setelah pemain lawan berhasil memaksakan skor imbang 2-2 di masa injury time.
Wasit Ahmed Al Kaf yang memimpin laga menjadi sorotan karena tak kunjung meniup peluit akhir babak kedua meski waktu tambahan sudah lewat hingga 3 menit.
Pada laga yang berlangsung di Stadion Bahrain International Stadium itu, laga kedua tim mendapat tambahan waktu sebanyak 6 menit. Tapi setelah 9 menit laga baru berakhir.
Pengamat sepak bola Fajar Junaedi menilai kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf asal Oman pada pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Bahrain dengan Indonesia mengecewakan karena banyak memberikan keputusan-keputusan yang bias.
"Tentu kita semua sangat kesal dengan kecurangan wasit Ahmed Al-Kaf di pertandingan Indonesia vs Bahrain tadi malam. Wasit terlihat berpihak ke Bahrain," ujarnya saat dihubungi Tribun Jogja, Jumat (11/10/2024).
Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menambahkan, pada laga itu pemain Bahrain mendapat banyak keuntungan dari kepemimpinan wasit.
Baca juga: Wasit Curi Kemenangan Timnas Indonesia, Suporter: Kita Balas di Indonesia
"Pemain Bahrain disenggol sedikit saja langsung pelanggaran. Akan tetapi sebaliknya, jarang memberikan pelanggaran untuk Indonesia padahal kontak fisiknya lebih keras. Yang lebih mengesalkan adalah pertandingan berlanjut sampai melebihi tambahan waktu yang diberikan. Tambahan waktu hanya 6 menit, namun faktual lebih dari itu," tegasnya.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut melaniutkan, wasit Ahmed Al Kaf berasal dari Oman. Sedangkan Oman dan Bahrain berada di bawah satu federasi (WAFF).
"Pertanyaanya mengapa tidak ambil wasit lain saja yang ditunjuk sebagai pengadil lapangan laga ini agar menghindari potensi bias," tambahnya.
Dia pun mendorong PSSI selaku organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia untuk melayangkan surat protes resmi meski hasil laga kemarin tak akan berubah.
"Sudah seharusnya PSSI mengirimkan surat protes mengenai kepemimpinan wasit . Bahwa surat protes ini memang tidak akan mengubah hasil pertandingan, namun protes ini penting untuk mitigasi kepemimpinan wasit di masa mendatang," tandasnya. (Mur)
Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans Jadi Amunisi Terbaru Timnas Indonesia, Ini Harapan Erick Thohir |
![]() |
---|
Laga FIFA Match Day Lawan Kuwait Dibatalkan, Ada Sabotase bagi Timnas Indonesia? |
![]() |
---|
Timnas Indonesia Batal Lawan Kuwait di FIFA Matchday September 2025, Erick Thohir Beri Penjelasan |
![]() |
---|
PSIM Yogyakarta Kena Denda Rp25 Juta dari Komdis PSSI Karena Suporter Nekat Away ke Surabaya |
![]() |
---|
Fenomena Bendera One Piece dan Tafsir Semiotik, Simbol Perlawanan di Ranah Digital |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.