Rangkuman Materi PAI Kelas 9 SMP Bab 5 Kurikulum Merdeka: Peradaban Daulah Usmani

Tribunners, kali ini kita akan belajar materi kelas 9 SMP Bab 5 tentang Mengapresiasi Peradaban Daulah Usmani.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka
Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka 

TRIBUNJOGJA.COM – Di tengah gemerlap peradaban dunia, ada satu periode yang begitu menarik untuk dipelajari, yakni masa kejayaan Daulah Usmani.

Kekaisaran Islam yang terbentang luas dari Eropa hingga Asia, meninggalkan warisan yang begitu kaya bagi dunia. 

Tribunners, kali ini kita akan belajar materi kelas 9 SMP Bab 5 tentang Mengapresiasi Peradaban Daulah Usmani.

Materi ini dilansir dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti karya Iis Suryatini dan Hasyim Asy’ari. 

Pada materi kali ini, siswa mampu mendeskripsikan serta menganalisis sejarah peradaban Islam pada masa Daulah Usmani.  

Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka
Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka 

Berikut di bawah ini penjabaran materi Pendidikan Agama Islam Kurikulum Merdeka Kelas 9 SMP Bab 5 

A. Sejarah Lahirnya Daulah Usmani

Suku Kayi merupakan nenek moyangnya Daulah Usmaniyah.

Daulah Usmani beberapa kali mengalami perpindahan ibu kota, di antaranya Sogut pada 1299-1335 M., Bursa pada 1335-1413 M., Adrianopel pada 1413-1453 M., dan Konstantinopel 1453-1922 M.

Maka dari itu, berikut ini upaya para pemimpin dari Daulah Usmaniyah, di antaranya:

B. Masa Awal Berdiri Daulah Usmaniyah

a. Usman I I(699-726 H./1299-1326 M)

Beliau memiliki sifat pemberani, adil, bijaksana serta ikhlas, sehingga menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan pengikutnya.

Beliau membangun persatuan suku Turki atas dasar karena Allah Swt, sehingga diberi julukan al-Ghozi (Ksatria).

Beliau berhasil memperluas batas negara Turki hingga ke Kekaisaran Byzantium.

Salah satu keberhasilan beliau adalah mampu membebaskan Bursadi, salah satu kota di tepi laut Marmara.

 

b. Orkhan (726-761 H./1326-1361 M)

Beliau menjadikan Busra sebagai ibu kota kerajaan, yang tadinya berada di Qurah Hisyar (Iskisyiyar), mengangkat adik Alaudin menjadi perdana Menteri, serta membentuk Inkisyariyah (tentara sekutu).

 

c. Murad I (761-791 H./1360-1388 M)

Beliau merupakan seorang pemimpin yang memiliki sifat berani, mujahid, dermawan, serta rajin beribadah.

Upaya beliau berupa perluasan wilayah kekuasaan hingga Asia kecil, Eropa, dan Utara Yunani.

 

d. Bayazid I (791-805 H./1389-1402 M)

Sultan Bayazid I merupakan memiliki sifat sangat berani, pintar, baik hati serta senantiasa semangat melakukan perluasan wilayah kekuasaanya.

Dalam waktu setahun, beliau berhasil menguasai wilayah-wilayah Kristen Anatolia, sehingga ia diberi gelar “Yaldrum” yang berarti kilat.

 

C. Masa Kebangkitan dan Kejayaan Daulah Usmaniyah

a. Muhammad I (817-824 H./1403-1421 M)

Beliau menjalin hubungan diplomatik dengan penguasa Byzantium dan Vanesia bertujuan agar kedua negara tersebut tidak menganggu keadaan negeri Daulah Usmaniyah yang sedang terpecah.

Strategi ini berhasil dan mampu mengembalikan citra dan kebangkitan Daulah Usmaniyah

 

b. Murad II (824-855 H./1421-1451 M)

Melanjutkan tradisi pemimpin sebelumnya, yakni perluasan wilayah dengan prioritas merangkul wilayah Albania, Asia Kecil, Falakh dan Hongaria yang sebelumnya terlepas dari kekuasaan Daulah Usmaniyah.

 

c. Muhammad II/Al-Fatih (855-884 H./1451-1481 M)

Al-Fatih menerima mandat kekuasaan pada saat ia berusia 12 tahun.

Kemudian pada saat berusia 21 tahun, beliau sudah mampu menaklukkan Konstantinopel, sehingga mendapat julukan al-Fatih (sang penakluk).

Usaha penaklukkan tersebut pun memakan waktu 9 bulan, yang pada tanggal 29 Mei 1453 M, Konstantinopel berhasil ditaklukkan dan Kaisar Palaiologos tewas dalam peristiwa tersebut.

Dengan kemenangannya tersebut, Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota Turki Usmani, dan diubah namanya menjadi Islambul (kota Islam).

 

d. Bayazid II (884-918 H./1481-1512 M)

Pada masanya, dia termasuk pemimpin yang lemah dan terjadi banyak kekacauan politik, terjadi banyak perselisihan.

 

e. Salim I (918-926 H./1512-1520 M)

Beliau termasuk khalifah yang dihormati.

Meskipun kekuasaannya singkat, beliau berhasil mempersiapkan Daulah Usmaniyah mencapai puncaknya, yakni pada masa setelahnya yang dipimpin oleh putranya.

 

f. Sulaiman I/Al-Qonuni (927-974 H./1520-1566 M)

Beliau seorang legislator ulung, yang berupaya menyempurnakan undang-undang hukum Turki Usmani, sehingga diberi julukan Al-Qonuni/The Magnificent (pembuat undang-undang) atau dikenal juga dengan Qanun Osmani.

Beliau berhasil membangun masjid,madrasah, asrama, takjiah, istana, museum, dan lain sebagainya.

Daulah Usmaniyah telah menjadi kekuatan yang disegani dunia, karena penaklukannya yang berhasil menguasai kota-kota besar.

Dengan keberhasilannya tersebut, maka pemerintahannya merupakan representasi puncak kejayaan Daulah Usmani yang menjangkau sampai tiga benua. 

Baca juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 9 SMP Bab 6 Kurikulum Merdeka: Menjadi Khalifatullah Fil ‘Ard

D. Masa Kemunduran Daulah Usmaniyah

Setelah Sulaiman Al-Qanuni meninggal dunia, Daulah Turki Usmani mulai mengalami kemunduran yang signifikan.

a. Sultan Salim II (1566-1574 M)

Pada masa ini terjadi penyerangan dari pasukan Kristen yang dipimpin oleh Don Yuan dari Spanyol, dan pasukan Turki Usmani mengalami kekalahan.

 

b. Sultan Murad III (1574-1595 M)

Di bawah kepemimpinannya, Daulah Usmaniyah dapat merebut kembali Tunisia.

Namun beliau memiliki sifat yang kurang baik, menyebabkan terjadinya pemberontakan, menurunnya nilai mata uang, sehingga tidak mampu membayar gaji pegawai dan gaji para pasukan.

 

c. Sultan Muhammad III (1595-1603 M)

Pada saat menjabat pun banyak terjadi perebutan kekuasaan dalam keluarganya.

 

d. Sultan Ahmet I (1603-1617 M)

Sultan Ahmet I naik tahta menggantikan ayahnya Sultan Muhammad III pada usia 13 tahun.

Beliau meninggalkan warisan bangunan yang cukup megang yang masih bisa dinikmati pada zaman sekarang, yakni Blue Mosque. 

 

e. Sultan Mustafa I (1617-1618 M)

Kondisi Sultan Mustafa yang labil, tidak dapat menjalankan pemerintahan secara maksimal, mengakibatkan melemahnya kondisi ekonomi negara. 

 

E. Masa Keruntuhan Daulah Usmaniyah

Setelah sekian lama mengalami kemunduran, Daulah Usmaniyah dilanda berbagai krisis, baik pada bidang ekonomi, politik, maupun militer.

Hingga akhirnya kesultanan Turkimemasukimasa reformasi di bawah pemerintahan Sultan Abdul Hamid II dan keturunannya, yang merupakan sultan terakhir sebelum Turki berubah namanya menjadi negara Republik pada tahun 1924 M, dengan nama Republik Turki.

Turki mendeklarasikan diri menjadi Republik Turki pada tanggal 29 Oktober 1923, sistem kekhalifahan dibubarkan pada 3 Maret 1924.

 

F. Keteladanan yang Bisa Diterapkan dari Sejarah Daulah Turki Usmani

Dalam perjalanan Sejarah, banyak Pelajaran yang dapat diambil dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari, antara lain:

a) Bekerja keras dalam menetapkan system hukum pemerintahan

b) Bekerja keras dalam memperkuat negara melalui militer

c) Bekerja keras dalam membangun ekonomi negara

d) Bekerja keras dalam mewujudkan toleransi antar umat beragama

e) Bekerja keras dalam meningkatkan sains teknologi

f) Membangun dan menghargai bahasa dan budaya

g) Membangun dan menghargai arsitektur

 

Daulah Usmani memberikan kontribusi yang sangat besar bagi peradaban manusia.

Semoga rangkuman ini, memotivasi kita untuk terus belajar dari kisah-kisah kegemilangan Islam di masa lalu. ( MG Maryam Andalib )

Baca juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 7 SMP Bab 1 Kurikulum Merdeka: Alquran dan Sunah sebagai Pedoman Hidup

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved