Berita Sleman Hari Ini

Yakkum Gelar Edukasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

Edukasi ini dilatarbelakangi dengan masih adanya orang tua yang menganggap bahwa keterlambatan perkembangan pada anak usia dini hal yang wajar.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Pusat Rehabilitasi YAKKUM menggelar talkshow Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini dan Stimulasinya, di kantornya jalan Kaliurang KM 13,5, Ngaglik, Sleman, Jumat (23/8/2024).  

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Proyek Learning Unlocked menggelar talkshow Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini dan Stimulasinya, di kantornya jalan Kaliurang KM 13,5, Ngaglik, Sleman, Jumat (23/8/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tahap perkembangan, stimulasi dan pengasuhan anak usia dini.

Kepala Bagian HRD, Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Isti Lanjari dalam sambutannya menjelaskan, talkshow ini dilaksanakan dalam rangkaian dari Hari Anak Nasional (HAN) sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia. 

"Talkshow ini penting karena usia dini adalah usia yang sangat cepat perkembangannya. Sehingga kita harus benar-benar memperhatikan tumbuh kembang anak. Supaya jika terjadi keterlambatan perkembangan, kita bisa lebih dini tahu, dan kita bisa konsentrasi dengan berkonsultasi dengan dokter dan pemberian pengasuhan yang benar," kata Isti. 

Edukasi ini dilatarbelakangi dengan masih adanya orang tua yang menganggap bahwa keterlambatan perkembangan pada anak usia dini hal yang wajar. Padahal, tidak semua keterlambatan perkembangan bisa ditoleransi bahkan bisa menyebabkan masalah di kemudian hari. 

Orang tua sebagai pendamping utama anak seharusnya peduli terhadap tahap perkembangan anak, sehingga ketika terjadi keterlambatan, mereka dapat memberikan intervensi sedini mungkin, baik secara medis maupun pengasuhan.

Melalui kegiatan talkshow ini, para orang tua yang hadir diharapkan dapat lebih memperhatikan tumbuh kembang anak secara optimal. Sehingga orang tua dapat lebih memahami perkembangan motorik, sensorik, sosial dan emosional anak. 

Founder Shelter Psikologi Teduh dan Konsultan Pendidikan Anak dan Keluarga, Weldian Cicana mengatakan, tumbuh kembang anak yang baik adalah anak bertumbuh dengan ceria, berkembang sesuai dengan usianya, dan orang tua yang yang mendampingi harus sehat lahir dan batin.

"Karena perkembangan anak baik, ada hubungannya dengan kesehatan mental orang tua," katanya. 

Sementara itu, Guru KB Inklusi Gantari, Sri Rejeki menambahkan, pendidikan adalah hak semua orang, tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus (ABK) dan non ABK. Saat ini semakin banyak sekolah inklusif. Namun, banyak guru bingung bagaimana cara melakukan pendampingan anak ABK. Mereka belum mendapat peningkatan kapasitas yang sesuai dalam penanganan anak ABK. Sehingga, belum dapat mengakomodasi hak tumbuh kembang dan bermain anak. 

"Oleh karena itu dibentuklah Kelompok Bermain Inklusi yang harapannya dapat menjawab gap permasalahan yang ada," ujar dia.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved