Berita Bisnis Hari Ini

Generali Indonesia Berkomitmen pada Keberlanjutan

Dalam program PLAN & PLANT, Generali Indonesia menanam satu mangrove untuk satu polis yang dibeli nasabah.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia melalui program PLAN & PLANT menanam mangrove untuk mengurangi emisi karbon. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Melalui program PLAN & PLANT, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) berhasil berikan kontribusi carbon offset sebesar 3,2 juta kilogram. Dalam program PLAN & PLANT, Generali Indonesia menanam satu mangrove untuk satu polis yang dibeli nasabah.


CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman mengatakan sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2023 lalu, program ini telah menghasilkan penanaman lebih dari 10.000 pohon mangrove di wilayah UNESCO Global Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. Proses penanaman bibit mangrove dilakukan dengan berkolaborasi dengan komunitas lokal di wilayah tersebut.


Melalui program PLAN & PLANT, Generali Indonesia tidak hanya memberikan perlindungan nasabah dan keluarga untuk keamanan finansial, tapi juga melibatkan nasabah untuk bersama-sama mempersiapkan masa depan bumi yang lebih baik untuk generasi penerus guna keberlangsungan kehidupan manusia dan lingkungan.


“Dalam menjalankan komitmen sustainability (keberlanjutan), Generali memiliki empat peran besar, yakni responsible investor, responsible insurer, responsible employer, dan responsible corporate citizen. Setiap perannya, Generali memiliki strategi dan program tersendiri yang bertujuan untuk terus mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan dari berbagai sisi, baik ekonomi, sosial dan lingkungan,” katanya.


“Dalam pelaksanaan strategi keberlanjutan, Generali Indonesia percaya bahwa semakin banyak yang terlibat akan semakin besar dampak yang dihasilkan. Untuk itulah kami melibatkan para pemangku kepentingan termasuk karyawan, tenaga pemasar dan mitra bisnis, serta masyarakat umum,” sambungnya.


Ia melanjutkan tanaman mangrove dipilih karena secara umum berfungsi sebagai paru-paru dunia, sumber ekonomi, habitat flora dan fauna, hingga pengendali bencana. Namun sayangnya kondisi mangrove di Indonesia tidak lepas dari tekanan deforestasi. Menurut data, lebih dari 50 persen hutan mangrove di Indonesia hilang selama 30 tahun terakhir. 


Melihat besarnya keterlibatan dan dampak yang dihasilkan, program PLAN & PLANT masih akan dilanjutkan. Apalagi Indonesia termasuk dalam daftar 10 negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia.


Selain program PLAN & PLANT, Generali Indonesia bekerja sama dengan DUITIN untuk mengimplementasikan responsible waste management atau pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. 


DUITIN sendiri merupakan start-up company yang berfokus pada teknologi dan solusi pengelolaan sampah dan daur ulang yang memungkinkan individu dan bisnis untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah dengan lebih efisien dan bertanggung jawab.


“Dalam kerjasama ini, Generali Indonesia dan DUITIN akan berkolaborasi untuk pengelolaan dan daur ulang sampah yang dihasilkan oleh perusahaan dan para karyawan, guna mengurangi jumlah karbon dan polusi serta menurunkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global,” terangnya.


Sebagai responsible investor, Generali Indonesia mengalokasikan investasi ke perusahaan yang memenuhi kriteria environment, social dan governance atau ESG, sebagai responsible insurer. Generali Indonesia melakukan banyak digitalisasi untuk meminimalisir penggunaan kertas. 


Dalam peran ketiga sebagai responsible employer, Generali Indonesia memastikan inklusi dan saling menghargai keberagaman dalam menjalankan komitmen diversity, equity, dan inclusion (DEI). 


Sedangkan sebagai responsible citizen, Generali Indonesia terus menjalankan gerakan The Human Safety Net untuk membuka potensi masyarakat rentan agar mereka dapat mengubah kehidupan keluarga dan komunitas mereka di masa mendatang.


“Sesuai dengan komitmen terhadap keberlanjutan tersebut, Generali Indonesia berharap peran serta aktif dari seluruh stakeholder dapat meningkatkan kontribusi dalam memberikan dampak yang lebih besar, mengingat tingkat urgensi yang juga semakin besar,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved