Empat Calon Mahasiswa Tunanetra Ikuti UTBK-SNBT 2024 di UNY

Ketua Admisi UNY, Dr Bambang Saptono menegaskan, di tahun ini UNY juga melayani peserta UTBK berkebutuhan khusus.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Istimewa
Calon mahasiswa tunanetra yang mengikuti UTBK-SNBT 2024 di UNY, Kamis (2/5/2024) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Empat calon mahasiswa tunanetra mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Gedung IDB, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (2/5/2024).

Gedung tersebut memang disediakan kampus sebagai lokasi tes siswa berkebutuhan khusus.

Ketua Admisi UNY, Dr Bambang Saptono menegaskan, di tahun ini UNY juga melayani peserta UTBK berkebutuhan khusus.

“Tahun ini ada 4 peserta tunanetra dan 20 orang peserta tunadaksa” paparnya, Kamis (2/5/2024).

Layanan yang diberikan UNY adalah penempatan peserta tunadaksa di tempat strategis yang mudah diakses, penyediaan kursi roda dan pendamping khusus.

Sedangkan, bagi tunanetra dialokasikan waktu tes pada Kamis 2 Mei 2024, di ruang tersendiri dengan pendamping dari dosen prodi Pendidikan Luar Biasa yang berpengalaman.

Penanggungjawab Lokasi (PJL) Ruang Laboratorium IDB FE UNY, Dr. Maimun Sholeh mengatakan bahwa komputer yang digunakan mengerjakan soal UTBK calon mahasiswa berkebutuhan khusus ini mempunyai spesifikasi tersendiri termasuk adanya fasilitas software dan audio yang mendukung.

“Bagi para tunanetra yang melakukan tes di UNY kami sediakan pendamping masing-masih satu orang per calon mahasiswa yang diambil dari prodi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY,” katanya.

Hal ini karena dosen dari prodi ini telah berpengalaman dalam melayani dan berkomunikasi dengan orang berkebutuhan khusus.

Harapannya dapat meminimalisasi kendala yang terjadi agar bisa mendapatkan hasil tes yang terbaik karena ini merupakan sinergi yang dikehendaki.

Seorang peserta, Wahyu Ishlakhuddin Ar Mansyah, alumni MAN 2 Sleman mengatakan dirinya memilih Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY sebagai tujuan kuliahnya.

Meskipun memiliki keterbatasan penglihatan, tapi pria kelahiran Lamongan 10 Maret 2005 tersebut tidak patah semangat menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Wahyu juga menempuh berbagai usaha untuk dapat lolos SNBT diantaranya mengikuti bimbingan belajar online.

Peserta UTBK tunanetra yang lain, Oktaviola Maya Tantri Ramadani mengaku mempersiapkan diri ikut UTBK dengan belajar giat termasuk mengikuti bimbingan belajar online dan try out.

Apalagi sekolahnya di SMA Negeri 1 Sewon merupakan sekolah inklusi, sudah tersedia fasilitas yang mendukung.

Gadis kelahiran 7 Mei 2006 itu juga memilih prodi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY sebagai tujuan kuliahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved