Serie A
INTER MILAN: Inilah Mimpi Terakhir Beppe Marotta Sebelum Mundur
CEO Inter Milan Beppe Marotta akan mengundurkan diri dari Nerazzurri pada akhir musim 2026-2027 ketika kontraknya berakhir
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - CEO Inter Milan Beppe Marotta akan mengundurkan diri dari Nerazzurri pada akhir musim 2026-2027 ketika kontraknya berakhir.
Menurut Gazzetta dello Sport via FCInterNews, trofi Liga Champions adalah salah satu impian terakhir Marotta bersama Inter Milan.
Selama beberapa tahun terakhir, Marotta telah menjadi sosok yang memimpin strategi olahraga Inter Milan.
CEO Inter Milan bergabung dengan Nerazzurri pada bulan Desember 2018.
Ia tiba tidak lama setelah mengakhiri tugasnya selama hampir satu dekade di Juventus.
Setelahnya, Marotta membentuk bisnis transfer Inter Milan dan membangun tim, bekerja sama dengan Direktur Olahraga Piero Ausilio dan Asisten Direktur Olahraga Dario Baccin.
Marotta selalu punya reputasi sebagai orang yang suka tawar-menawar atau transfer gratis.
Dan hal itu jelas terlihat di Inter Milan.
Marotta telah mengarahkan Nerazzurri meraih trofi di lapangan meski harus menghadapi batasan finansial yang sangat ketat.
Inter Milan telah merekrut pemain-pemain seperti Marcus Thuram, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, dan Andre Onana dengan status bebas transfer di bawah pengawasan Marotta.
Sementara itu, Nerazzurri telah menyelesaikan penjualan besar-besaran pemain seperti Onana, Romelu Lukaku, dan Achraf Hakimi.
Marotta pergi
Kemarin, Marotta mengumumkan niat jelasnya terkait kapan ia akan mengakhiri kariernya di Inter Milan.
CEO Nerazzurri tersebut mengatakan bahwa dirinya hanya akan bertahan hingga kontraknya saat ini berakhir.
Marotta menandatangani perpanjangan kontrak dengan Inter pada musim gugur. Ini membawanya hingga akhir Juni 2027.
Artinya, mantan eksekutif Juventus dan Sampdoria itu harus berada di Inter selama tiga tahun lagi.
Marotta masih akan mendalangi beberapa jendela transfer lagi.
Tapi kemudian eksekutif veteran itu akan segera berangkat.
Marotta telah memenangkan sembilan gelar Serie A dalam karirnya, yakni delapan bersama Juventus, satu bersama Inter Milan.
Dan, jika tidak terjadi keruntuhan bersejarah di akhir musim, Nerazzurri seharusnya masuk dalam daftar sepuluh besar eksekutif veteran tersebut.
Sementara itu, Marotta juga sudah dua kali membawa Bianconeri ke final Liga Champions, dan Inter Milan satu kali.
Jadi sang CEO mungkin akan menatap satu final lagi untuk mengakhiri karir gemilangnya dalam sepak bola.
| AC Milan 0-0 Juventus: Allegri Bicara Paceklik Gol Pulisic dan Inkonsistensi Leao |
|
|---|
| AC Milan: Syarat Luka Modric Perpanjang Kontrak Menurut Fabrizio Romano |
|
|---|
| Rating Pemain AC Milan 1-0 Verona: Maignan, Gabbia, Modric, Pulisic, Leao & Rabiot MOTM |
|
|---|
| Strategi AC Milan Cegah Massimiliano Allegri Jadi Pelatih Timnas Italia |
|
|---|
| Inter Milan: Alessandro Bastoni Disarankan Menolak Tawaran Barcelona |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/CEO-Inter-Milan-Giuseppe-Marotta-di-Liga-Champions-Inter-Milan-vs-Slavia-Prague-di-San-Siro.jpg)