Nihil Kasus Antraks, Pemkab Klaten Tetap Lanjut Vaksinasi Ternak

Klaten berkomitmen untuk terus melanjutkan vaksinasi ternak di wilayah yang dekat dengan penemuan spora antraks

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
Penampakan sapi yang sudah divaksinasi antraks di kandang komunal Dadimulyo, Dusun Jatimulyo, Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Kamis (14/3/2024) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berkomitmen untuk terus melanjutkan vaksinasi ternak di wilayah yang dekat dengan penemuan spora antraks dari Dusun Kayoman, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.

“Kami lakukan vaksinasi berulang. Itu setiap enam bulan sekali ya. Jadi, vaksinasi tidak hanya sekali terus sudah. Sasarannya, nanti sesuai dengan potensi yang ada di daerah berisiko tinggi,” tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Ir. Widiyanti dikonfirmasi Rabu (20/3/2024).

Vaksinasi itu, kata dia, diberikan pada hewan ternak, khususnya sapi di wilayah perbatasan berisiko tinggi terhadap penyebaran kasus.

“Kalau di Klaten, 852 sapi di Kecamatan Gantiwarno kami vaksinasi dan di Bayat ada 575 sapi. Dua tempat itu paling dekat dengan daerah penyebaran antraks,” tukas dia.


Dia juga mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di sekitar sungai lantaran cukup dekat dengan penemuan spora antraks di Kabupaten Gunungkidul.

 

Sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani memastikan kasus antraks belum ada di Klaten.

Dia pun berharap, kasus tersebut tidak muncul di kabupaten bersinar.

Maka, dia pun mendukung langkah DKPP Klaten untuk melakukan vaksinasi kepada sapi-sapi warga yang ada di dekat pusat penyebaran spora antraks.

“Ini kami sudah petakan mana saja desa-desa yang memiliki risiko tinggi dan terus dilakukan vaksinasi. Ada lima desa di Gantiwarno ini, ada Desa Kerten, Desa Katekan, Desa Ngandong, Desa Mlese, dan Desa Kragilan,” tukas Mulyani.

Dirinya berpesan kepada petugas medis yang bekerja di lapangan untuk senantiasa berhati-hati dan mensosialisasikan kepada masyarakat terkait penyakit antraks tersebut. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved