Ramadan 2024
Mutiara Ramadan : Lulus Madrasah Ramadan
Puasa Ramadan sesungguhnya lebih dari sekadar melaksanakan kewajiban rukun Islam yang keempat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com - PARA ulama sepakat bahwa Ramadan adalah bulan paling mulia dalam Islam.
Di dalamnya terhampar rahmat, pengampunan, dan jaminan pembebasan dari api neraka bagi yang sungguh-sungguh mengisi bulan suci tersebut dengan ibadah kepada Allah SWT.
Keistimewaan Ramadan tercermin dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari: “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku (Allah) yang akan memberikan balasannya.”
Karena istimewanya Ramadan , tak heran bila sejak memasuki bulan Rajab, atau dua bulan sebelum Ramadan tiba, Rasulullah SAW telah menampakkan kerinduannya dalam lantunan doa: Allahumma bariklana fi Rojaba, wa Sya’bana, wa ballighna Rhomadona.
“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.”
Dalam doa tersebut, Nabi Muhammad tak hanya meminta berkah bulan Rajab dan Sya’ban tapi juga memohon panjang umur agar bisa berjumpa dengan bulan Ramadan.
Dan saat ini kita telah sampai di pintu gerbang Ramadan. Syukur seperti apa yang mesti kita lakukan kecuali beribadah secara maksimal dan sungguh-sungguh kepada-Nya?
Mengingat pentingnya bulan Ramadan, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah persiapan rohani kita. Apakah kita sudah menata niat yang baik untuk menyambut bulan suci ini?
Sejauh mana hati kita tetap fokus pada kesucian Ramadhan tanpa tenggelam terlalu jauh ke dalam kesibukan duniawi yang kerap melalaikan?
Seberapa sanggup kita menjernihkan niat, bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah; meningkatkan kualitas dan frekuensi ibadah tanpa rasa ujub dan pamer; gemar membantu orang lain tanpa berharap imbalan (ikhlas)?
Maka jangan sampai kita termasuk orang-orang tekun berpuasa tapi mendapat kritik dari Rasulullah SAW: “Banyak orang yang berpuasa, namun ia tak mendapatkan apa pun dari puasanya selain rasa lapar saja.” (HR Imam Ahmad)
Puasa Ramadan sesungguhnya lebih dari sekadar melaksanakan kewajiban rukun Islam yang keempat. Karena di dalamnya terkandung hikmah penempaan diri dalam menguasai hawa nafsu.
Puasa atau shiyâm secara bahasa bermakna imsâk yang berarti ‘menahan’. Di era media sosial yang riuh ini, misalnya, kita bisa menyaksikan bagaimana sikap berlebih-lebihan diumbar, kebencian dipertontonkan, hoaks disebar, serta hujatan dan caci-maki diobral ibarat lempar batu sembunyi tangan.
Semoga kita semua selamat dari akhlak tercela ini dan menapaki bulan Ramadan tahun 1445 H dengan hati yang bersih, pikiran tenang, dan perilaku yang membawa maslahat bagi semua orang.
Sebab Ramadan adalah bulan madrasah penempaan spiritual bagi kaum muslimin.
Hasilnya akan terlihat kelak di bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.
Semoga kita lulus dan mendapat predikat muttaqin, orang-orang yang bertakwa di hadapan Allah SWT. Amiiin yaa Robbal’alamiin.
*) Oleh : H Bramma Aji Putra SKomI MM, Humas Kanwil Kemenag DIY
Mutiara Ramadan terselenggara atas kerja sama Tribun Jogja dan Kanwil Kemenag DIY
| 17 Contoh Balasan Ucapan Idul Fitri Bahasa Jawa Halus, Biar Gak Cuma Jawab : Sama-sama |
|
|---|
| 40 Ucapan Mohon Maaf Lahir Batin Idul Fitri untuk Orang Tua Karena Anda Masih di Perantauan |
|
|---|
| 3 Bacaan Takbir Populer untuk Malam Takbiran Idul Fitri 1445 |
|
|---|
| JADWAL Buka Puasa di Jogja Hari Ini 9 April 2024, Kota Jogja Sleman 17:42, Kulon Progo 17:43 WIB |
|
|---|
| JADWAL Buka Puasa di Jawa Tengah Hari Ini Selasa 9 April 2024, Magelang 17:43, Wonosobo 17:48 WIB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mutiara-Ramadan-Lulus-Madrasah-Ramadan.jpg)