Disperindag DIY Masih Upayakan Ekspor Salak dan Gudeg ke Arab Saudi
Meski di tengah kondisi geopolitik dunia yang belum stabil, gudeg dan salak masih jadi komoditas potensial.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY masih mengupayakan ekspor gudeg dan salak ke Arab Saudi.
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan gudeg dan salak menjadi komoditas yang sangat diinginkan oleh Arab Saudi.
Meski di tengah kondisi geopolitik dunia yang belum stabil, gudeg dan salak masih jadi komoditas potensial.
"Masih (potensial untuk ekspor), karena Arab kan tidak terdampak," katanya, Minggu (11/02/2024).
Rencananya gudeg dan salak bisa diekspor ke Arab Saudi tahun ini. Namun masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan.
"Masih belum (belum bisa ekspor), karena kajian salak belum menghasilkan sesuai harapan, baru akan ditindaklanjuti ke penelitian lebih lanjut. Gudeg juga perizinan masih belum selesai," sambungnya.
Syam menyebut market Arab Saudi sangat besar. Terlebih adanya jemaah haji dan umrah.
Sehingga gudeg dan salak bisa dikonsumsi oleh WNI yang sedang menjalani ibadah haji maupun umrah.
Dua komoditas tersebut juga tidak hanya dikonsumsi oleh WNI yang ada di Arab Saudi, tetapi juga warga Arab.
Pasalnya warga Arab juga menyukai salak dan gudeg.
Meski pangsa pasar gudeg dan salak di Arab Saudi besar, pihaknya ingin memastikan kuantitas dan kualitas produk ekspor dari DIY.
"Kalau bicara market, jangan ditanya lagi Mereka (Arab Saudi) siap menerima. Tapi kan kita bicaranya kuantitas dan kualitas, sertifikasinya bagaimana. Sebenarnya DIY mau ekspor berapapun, mereka mau terima," lanjutnya.
Untuk itu, pihaknya terus mengupayakan agar sertifikasi dan perizinan baik salak maupun gudeg bisa rampung, dan bisa segera ekspor. (*)
| Dongkrak Ekspor, Kadin Gandeng Bank Bantul dan Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Gubug |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi dan Ekspor Bantul Menurun, Pemkab Bantul Susun Strategi dan Bidik Pasar Baru |
|
|---|
| Menabung Sejak 2009, Pasangan Penjual Gudeg di Sleman Berhasil Kumpulkan Biaya Naik Haji Tahun Ini |
|
|---|
| Geopolitik Global Masih Labil, Pakar UMY Dorong Diversifikasi Ekspor dan Transformasi Industri |
|
|---|
| Harga Plastik Melonjak, Disperindag DIY Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/salak-pondoh_20151226_175808.jpg)